Tampilkan postingan dengan label Sasak Lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sasak Lombok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

Nomor Punggung Pemain Manchester United Musim 2011/2012

1. David de Gea
3. Patrice Evra
4. Phil Jones
5. Rio Ferdinand
7. Michael Owen
8. Anderson
9. Dimitar Berbatov
10. Wayne Rooney
11. Ryan Giggs
12. Chris Smalling
13. Park Ji-Sung
14. Chicharito
15. Nemanja Vidic
16. Michael Carrick
17. Nani
18. Ashley Young
19. Danny Welbeck
20. Fabio
21. Rafael
23. Jonny Evans
24. Darren Fletcher
25. Antonio Valencia
26. Gabriel Obertan
27. Federico Macheda
28. Darron Gibson
29. Tomasz Kuszczak
30. Ritchie de Laet (on loan to Norwich City until 30 June 2012)
32. Mame Biram Diouf
33. Bebe (on loan to Besiktas until 30 June 2012)
34. Anders Lindegaard
35. Tom Cleverley
37. Robert Brady
40. Ben Amos
41. Joshua King
42. Paul Pogba
45. Oliver Gill
46. Ryan Tunnicliffe (on loan to Peterborough United  until 31 December 2011)
47. Oliver Norwood
49. Ravel Morrison
50. Sam Johnstone

25 Tahun Sir Alex Ferguson : Data dan Statistik Sang Rival

Selama 25 tahun karirnya di Manchester United, Sir Alex Ferguson sudah menghadapi lebih dari 140 manajer klub papan atas Eropa. Di Inggris, Ferguson sudah berhadapan dengan 14 manajer Chelsea, 14 manajer Manchester City, 7 manajer Liverpool, dan tiga manajer Arsenal.

Tim-tim mana saja di Premier League yang paling sering dikalahkan, paling banyak dibobol, hingga paling sulit dikalahkan United selama seperempat abad Ferguson di Theatre of Dreams? Menurut statistik Opta, berikut fakta menarik dari tim-tim dan manajer yang pernah menghadapi Manchester United selama era Ferguson.

Jumlah dan Prosentase Kemenangan, Kekalahan, dan Gol United Selama Era Ferguson

Kemenangan terbanyak Ferguson (jumlah kemenangan/jumlah pertandingan):
1. Tottenham (37/58)
2. Everton (34/54)
3. Aston Villa (34/56)
4. Southampton (29/45)
5. Arsenal (28/68)

Prosentase kemenangan Ferguson dalam 10 laga terakhir (jumlah kemenangan/jumlah pertandingan):
1. Wigan (13/13 = 100%)
2. Sheffield United (11/14 = 78.6%)
3. West Brom (10/13 = 76.9%)
4. Charlton (18/24 = 75%)
5. Birmingham (11/15 = 73.3%)

Selain paling sering dikalahkan, Tottenham juga menjadi tim yang paling sering dibobol United.

Tim dengan jumlah kemasukan gol terbanyak lawan United dalam 25 tahun terakhir:
1. Tottenham (101)
2. Arsenal (95)
3. Southampton (94)
4. Chelsea (92)
5. Everton, Newcastle (91)

Dan berikut statistik sebaliknya, tim-tim yang paling sering menang lawan United selama era Ferguson.

Kekalahan terbanyak yang dialami Ferguson (jumlah kekalahan/jumlah pertandingan):
1. Arsenal (21/68)
2. Chelsea (19/66)
3. Liverpool (18/59)
4. Everton (9/54), Man City (9/43)

Prosentase kemenangan terendah Ferguson dalam 25 tahun (jumlah kemenangan/jumlah pertandingan):
1. Chelsea (24/66 = 36.4%)
2. Arsenal (28/68 = 41.2%)
3. Liverpool (27/59 - 45.8%)
4. Sheff Wed (14/28 = 50%)
5. Ipswich (6/12 = 50%)

Tim yang paling sering mencetak gol ke gawang United dalam 25 tahun terakhir:
1. Chelsea (78)
2. Arsenal (72)
3. Liverpool (69)
4. Tottenham (54)
5. Man City (53)

Untuk urusan pemain, Ryan Giggs masih memegang rekor sebagai evergreen alias terlama bermain dalam era 25 tahun Ferguson di Manchester United. Total Giggs telah bermain dalam 885 pertandingan di semua kompetisi! Nama Giggs diikuti "Class of 92" lainnya seperti Paul Scholes dan Gary Neville.

10 Besar Pemain Dengan Caps Terbanyak Selama Era Ferguson (semua kompetisi)
1. Ryan Giggs (885)
2. Paul Scholes (688)
3. Gary Neville (602)
4. Denis Irwin (529)
5. Roy Keane (480)
6. Brian McClair (471)
7. Gary Pallister (437)
8. Steve Bruce (414)
9. Peter Schmeichel (398)
10. David Beckham (394)

Tak hanya jumlah pertandingan, Giggs juga memimpin dalam jumlah gol. Total, ia menjadi top skor United selama era Ferguson dengan 161 gol. Wayne Rooney hanya butuh empat gol lagi untuk mematahkan rekor tersebut.

10 Besar Pencetak Gol Terbanyak United Era Ferguson
1. Ryan Giggs (161)
2. Wayne Rooney (158)
3. Paul Scholes (150)
4. Ruud van Nistelrooy (150)
5. Brian McClair (127)
6. Ole Gunnar Solskjaer (126)
7. Andy Cole (121)
8. Cristiano Ronaldo (118)
9. Mark Hughes (116)
10. David Beckham (85) Seperti ditulis di atas, ada ratusan pelatih atau manajer yang telah berhadapan dengan Ferguson dalam seperempat abad terakhir. Khusus di Premier League, siapa manajer "terhebat" yang selalu menang lawan Ferguson?

Jawabannya mungkin akan membuat anda sedikit kaget: Sven-Goran Eriksson. Manajer asal Swedia yang beberapa pekan lalu dipecat tim divisi satu Leicester City.

Eriksson mencatat 100% kemenangan lawan Ferguson saat melatih Manchester City, tentu dua-duanya dicatat pada Manchester Derby.

Nama kedua yang memiliki rekor 100% kemenangan lawan Ferguson adalah Stuart Gray. Ia "beruntung" karena hanya sekali berhadapan dengan Manchester United dan sekali menang bulan Mei 2001 lalu saat menjadi pelatih Southampton.

10 Besar Manajer Premier League Dengan Prosentase Kemenangan Tertinggi Lawan Ferguson
1. Sven Goran Eriksson (2 main, 2 menang, 100%)
2. Stuart Gray (1 main, 1 menang, 100%)
3. Carlo Ancelotti (4 main, 3 menang, 75%)
4. Jose Mourinho (6 main, 3 menang, 50%)
5. Bruce Rioch (2 main, 1 menang, 50%)
6. David Merrington (2 main, 1 menang, 50%)
7. Nigel Worthington (2 main, 1 menang, 50%)
8. Steve McLaren (10 main, 4 menang, 40%)
9. John Lyall (5 main, 2 menang, 40%)
10. Gerard Houllier (14 main, 5 menang 35,7%)
Sebaliknya, total ada 78 manajer Premier League yang belum pernah menang lawan Ferguson! Dari 78 nama tersebut, berikut urutan empat besar manajer yang belum pernah menang menghadapi Ferguson.

4 Besar Manajer Belum Pernah Menang Lawan Ferguson
1. Steve Bruce (0 menang dalam 16 pertandingan)
2. David O'Leary (14 pertandingan)
3. John Gregory, Paul Jewell, Walter Smith (8 pertandingan)
4. David Pleat, Steve Coppell, Tony Pulis (7 pertandingan)

Profil Pemain Manchester United 2011/2012

KIPER
  • Tomasz Kuszczak Tanggal Lahir: 20 Mar 1982  Tempat Lahir: Krosno Odrzanskie Negara: Polandia Tinggi Badan: 191 cm. Berat Badan: 84 Kg. Peranan: Kiper Nomor Punggung: 29
  • Anders Lindegaard Tanggal Lahir: 13 Apr 1984 Tempat Lahir: Dyrup Negara: Denmark Peranan: Kiper Nomor Punggung: 34 Tim Nasional: Denmark
  • David de Gea Nama Lengkap: David de Gea Quintana Tanggal Lahir: 7 Nov 1990 Tempat Lahir: Madrid Negara: Spanyol Tinggi Badan: 190 cm. Berat Badan: 77 Kg. Peranan: Kiper Nomor Punggung: 1 Tim Nasional: Spanyol U-21
  • Ben Amos Nama Lengkap: Benjamin Paul Amos Tanggal Lahir: 10 Apr 1990 (Usia 21) Tempat Lahir: Macclesfield, Cheshire Negara: England Peranan: Kiper Nomor Punggung: 40
BEK
  • Patrice Evra Tanggal Lahir: 15 Mei 1981 (Usia 30) Tempat Lahir: Dakar, Senegal Negara: Perancis Tinggi Badan: 173 cm. Berat Badan: 72 Kg. Peranan: Bek Nomor Punggung: 3
  • Phil Jones Nama Lengkap: Philip Anthony Jones Tanggal Lahir: 21 Feb 1992 (Usia 19) Tempat Lahir: Preston Negara: England Peranan: Bek Nomor Punggung: 4 Tim Nasional: Inggris
  • Rio Ferdinand Tanggal Lahir: 7 Nov 1978 (Usia 33) Tempat Lahir: London Negara: England Tinggi Badan: 195 cm. Berat Badan: 87 Kg. Peranan: Bek Nomor Punggung: 5
  • Jonny Evans Nama Lengkap: Jonathan Grant Evans Tanggal Lahir: 2 Jan 1988 (Usia 23) Tempat Lahir: Belfast Negara: Northern Ireland Peranan: Bek Nomor Punggung: 6 Tim Nasional: Irlandia Utara
  • Chris Smalling Tanggal Lahir: 22 Nov 1989 (Usia 22) Tempat Lahir: Greenwich, London Negara: England Tinggi Badan: 192 cm. Peranan: Bek Nomor Punggung: 12 Tim Nasional: Inggris U-21
  • Nemanja Vidic Tanggal Lahir: 21 Okt 1981 (Usia 30) Tempat Lahir: Uzice Negara: Serbia Tinggi Badan: 188 cm. Berat Badan: 85 Kg. Peranan: Bek Nomor Punggung: 15 Tim Nasional: Serbia
  • Rafael Da Silva Tanggal Lahir: 9 Jul 1990 (Usia 21) Tempat Lahir: Petropolis, Rio de Janeiro Negara: Brazil Tinggi Badan: 172 cm. Berat Badan: 65 Kg. Peranan: Bek Nomor Punggung: 21
  • Fabio Da Silva Tanggal Lahir: 9 Jul 1990 (Usia 21) Tempat Lahir: Petropolis, Rio de Janeiro Negara: Brazil Tinggi Badan: 172 cm. Berat Badan: 65 Kg. Peranan: Bek Nomor Punggung: 20 Tim Nasional: Brasil
  • Ezekiel Fryers Tanggal Lahir: 9 Sep 1992 (Usia 19) Negara: England Peranan: Bek Nomor Punggung: 19
  • Thomas Joseph Thorpe Tanggal Lahir: 13 Jan 1993 (Usia 18) Negara: England Peranan: Bek Nomor Punggung: -
  • Michael Keane Tanggal Lahir: 11 Jan 1993 (Usia 18) Negara: Irlandia Peranan: Bek Nomor Punggung: -
  • Marnick Vermijl Tanggal Lahir: 13 Jan 1992 (Usia 19) Tempat Lahir: Peer Negara: Belgia Peranan: Bek Nomor Punggung: -
GELANDANG
  • Anderson Nama Lengkap: Anderson Luis de Abreu Oliveira 'Anderson' Tanggal Lahir: 13 Apr 1988 (Usia 23) Tempat Lahir: Porto Alegre Negara: Brazil Tinggi Badan: 175 cm. Berat Badan: 70 Kg. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 8
  • Ryan Giggs Tanggal Lahir: 29 Nov 1973 (Usia 38) Tempat Lahir: Cardiff Negara: Wales Tinggi Badan: 179 cm. Berat Badan: 72 Kg. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 11
  • Ji-Sung Park Tanggal Lahir: 25 Feb 1981 (Usia 30) Tempat Lahir: Seoul Negara: Korea Selatan Tinggi Badan: 178 cm. Berat Badan: 73 Kg. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 13
  • Michael Carrick Tanggal Lahir: 28 Jul 1981 (Usia 30) Tempat Lahir: Wallsend Negara: England Tinggi Badan: 185 cm. Berat Badan: 74 Kg. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 16
  • Nani Nama Lengkap: Luis Carlos Almeida da Cunha 'Nani' Tanggal Lahir: 17 Nov 1986 (Usia 25) Tempat Lahir: Cabo Verde Negara: Portugis Tinggi Badan: 175 cm. Berat Badan: 66 Kg. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 17
  • Ashley Young Tanggal Lahir: 9 Jul 1985 (Usia 26) Negara: England Tinggi Badan: 175 cm. Berat Badan: 65 Kg. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 18
  • Tom Cleverley Tanggal Lahir: 12 Agu 1989 (Usia 22) Tempat Lahir: Basingstoke Negara: England Tinggi Badan: 175 cm. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 23 Tim Nasional: Inggris U-21
  • Darren Fletcher Tanggal Lahir: 1 Feb 1984 (Usia 27) Tempat Lahir: Edinburgh Negara: Scotland Tinggi Badan: 183 cm. Berat Badan: 83 Kg. Peranan: Bek Nomor Punggung: 24 Tim Nasional: Skotlandia
  • Antonio Valencia Nama Lengkap: Luis Antonio Valencia Tanggal Lahir: 4 Agu 1985 (Usia 26) Tempat Lahir: Nueva Loja Negara: Ekuador Tinggi Badan: 175 cm. Berat Badan: 70 Kg. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 25 Tim Nasional: Ekuador
  • Darron Gibson Tanggal Lahir: 25 Okt 1987 (Usia 24) Tempat Lahir: Derry, Northern Ireland Negara: Irlandia Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 28 Tim Nasional: Irlandia
  • Paul Pogba Tanggal Lahir: 15 Mar 1993 (Usia 18) Tempat Lahir: Lagny Sur Marne Negara: Perancis Tinggi Badan: 186 cm. Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 42
  • Ravel Morrison Tanggal Lahir: 2 Feb 1993 (Usia 18) Tempat Lahir: Wythenshawe Negara: England Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 49
  • Larnell Cole Tanggal Lahir: 9 Mar 1993 (Usia 18) Negara: England Peranan: Gelandang Nomor Punggung: 52
STIKER
  • Michael Owen Tanggal Lahir: 14 Des 1979 (Usia 31) Tempat Lahir: Chester Negara: England Tinggi Badan: 175 cm. Berat Badan: 65 Kg. Peranan: Striker Nomor Punggung: 7
  • Dimitar Berbatov Tanggal Lahir: 30 Jan 1981 (Usia 30) Tempat Lahir: Blagoevgrad Negara: Bulgaria Tinggi Badan: 188 cm. Berat Badan: 75 Kg. Peranan: Striker Nomor Punggung: 9
  • Wayne Rooney Nama Panggilan: Wazza Tanggal Lahir: 24 Okt 1985 (Usia 26) Tempat Lahir: Liverpool Negara: England Tinggi Badan: 178 cm. Berat Badan: 83 Kg. Peranan: Striker Nomor Punggung: 10
  • Chicharito Nama Lengkap: Javier Hernández Balcázar Nama Panggilan: Chicharito Tanggal Lahir: 1 Jun 1988 (Usia 23) Tempat Lahir: Guadalajara, Jalisco Negara: Meksiko Tinggi Badan: 175 cm. Berat Badan: 70 Kg. Peranan: Striker Nomor Punggung: 14 Tim Nasional: Meksiko
  • Danny Welbeck Tanggal Lahir: 26 Nov 1990 (Usia 21) Tempat Lahir: Longsight Negara: England Tinggi Badan: 185 cm. Berat Badan: 72 Kg. Peranan: Striker Nomor Punggung: 19 Tim Nasional: Inggris
  • Federico Macheda Tanggal Lahir: 22 Agu 1991 (Usia 20) Negara: Itali Peranan: Striker Nomor Punggung: 27 Tim Nasional: Italia U-21
  • Mame Biram Diouf Tanggal Lahir: 16 Des 1987 (Usia 23) Tempat Lahir: Dakar Negara: Senegal Tinggi Badan: 185 cm. Berat Badan: 76 Kg. Peranan: Striker Nomor Punggung: 32
  • William Keane Tanggal Lahir: 11 Jan 1993 (Usia 18) Tempat Lahir: England Negara: England Peranan: Striker Nomor Punggung: 48
  • Jesse Lingard Tanggal Lahir: 15 Des 1992 (Usia 18) Negara: England Peranan: Striker Nomor Punggung: -
Manager
  • SIR ALEX FERGUSON

Selasa, 10 April 2012

Objek Wisata Pulau Di Lombok

SEKOTONG : Berlokasi kira-kira 45 Km di arah selatan dari Mataram merupakan daerah dengan pantai pasir putihnya yang asli. Sangat ideal untuk bersantai. Di laut sekelilingnya penuh dengan kehidupan laut yang berwarna-warni. Dengan hanya sedikit menyeberang dari tepi pantainya yang indah kita dapat mengunjungi Gili Nanggu dan Gili Tangkong.

BANYUMULEK : Banyumulek merupakan salah satu pusat pembuatan gerabah di Lombok berlokasi kurang lebih 10 Km ke arah selatan Mataram. Hal ini menjadikan seni Banyumulek dikenal di dunia internasional, pot-pot bunga dengan dekorasi-dekorasi rumit dibuat disini.

BATU LAYAR, MONTONG, MENINTING. SESELA dan GUNUNG SARI : Tempat-tempat ini banyak menyungguhkan kios-kios seni dan tokao-toko kerajinan. Dengan berbagai macam pilihan serta harga yang bagus. Berlokasi disepanjang jalan dari Senggigi ke Mataram.

BATU BOLONG : Batu Bolong ( yang diartikan sebagai batu yang berlubang ) adalah salah satu tempat yang ideal untuk menyaksikan sunset yang megah diatas selat Lombok. Di tempat ini terdapat pura hindu yang dibangun diatas karang hitam dengan konsruksi sedemikian rupa sehingga arahnya tepat menghadap Gunung Agung di Bali yang dapat dilihat dengan mudah diseberang selat Lombok, warna dan musik upacara keagamaan hampir selalu terlihat disini.

SENGGIGI : Berlokasi 10 Km di sebelah Utara Mataram, Senggigi merupakan area Resort tertua dan paling terkenal di Lombok. Tempat sempurna untuk bersantai, Senggigi membanggakan pantai-pantai berpasir putihnya yang aman untuk berenang. Di pusat pantai Senggigi memiliki ombak yang cukup bagus untuk berselancar. Tempat ini juga memiliki terumbu karang yang berwarna-warni yang menyediakan perlindungan bagi biota laut dan dengan bentuk terumbu karangnya yang sangat indah sehingga merupakan tempat yang sangat ideal untuk snorkeling. Senggigi terjangkau untuk semua kalangan, mulai dari restoran esklusif sampai dengan kafe-kafe kecil berjejer di pinggirjalan. Ada banyak Club, Bar dan Cafe yang akan melayani wisatawan yang tinggal disini. Penginapan juga tersedia dengan range dari hotel mewah sampai hotel-hotel kecil dan bungalow-bungalow.

PANTAI KERANDANGAN, MANGSIT, dan MALIMBU : Pantai Kerandangan dan Mangsit berlokasi di sebelah utara tidak jauh dari Senggigi dengan didukung oleh hotel-hotel berkelas, pantai yang bersih sangat memungkinkan tempat ini digunakan untuk berenang, berlayar ataupun untuk bersantai. Lebih ke arah utara di sepanjang panorama jalan adalah pantai Malimbu. Tempat ini juga ideal untuk melakukan kegiatan yang sama.

GUNUNG PENGSONG : Walaupun dinamakan Gunung Pengsong akan tetapi sebenarnya merupakan sebuah bukit yang dari sudut 360' akan menawarkan panorama yang spektakuler. Ditempat ini juga merupakan tempat/habitat Kera. Dengan segala cerita latar belakang sejarah dan keberadaan puranya gunung Pengsong berlokasi 9 Km ke arah Selatan Mataram.

LINGSAR : Lingsar berada di utara Narmada dan memiliki pura Hindu yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai pura Hindu yang paling keramat. Pura ini dibangun tahun 1714 yang pada situasi lebih lanjut juga menjadi tempat pemujaan bagi pribumi Yang menganut ajaran Animisme, Waktu Telu. Kedua kepercayaan yang berbeda ini mengkombinasikan ajaran Animismenya. Sekali dalam setahun mereka berkumpul bersama untuk melakukan upacara bersama untuk menyambut datangnya musim penghujan. Upacara "Perang Topat" dimulai dengan terlebih dahulu melakukan pemujaan di masing-masing pura mereka, kemudian mereka berkumpul di luar pura dan satu sama lain mulai saling melempar dengan beras yang telah dimasak dan di bungkus dalam daun kelapa (janur) yang disebut dengan ketupat/topat.

TAMAN NARMADA : Taman yang cantik dan mengagumkan ini berada 10 Km di Timur Cakranegara terbentang dari Timur ke Barat di daerah dataran tinggi Lombok Barat. Bukit kecil dan danau yang ada di taman ini merupakan replika dari dataran dan danau yang ada di gunung Rinjani (gunung tertinggi dan paling keramat di Lombok). Taman ini di buat oleh Raja Anak Agung Gede Karang Asem saat memerintah Mataram. Menyadari bahwa akan semakin sukar untuk melakukan ziarah tiap tahunnya ke gunung Rinjani karena usianya yang semakin tua maka untuk mempersembahkan sesajen ke Segara Anak yang dikeramati dibuatlah replika di tempat yang lebih rendah.

PUSUK : Berlokasi di bukit sebelah timur Malimbu dan merupakan jalan alternatif menuju ke Bangsal. Pusuk memiliki pemandangan alam yang fantastik, terdapat beberapa hotel kecil dan restoran yang bagus yang juga tidak kalah bagusnya dengan pemandangan alam liarnya. Lautan disini merupakan rumah bagi 2 species kera dan sebagian besar dari mereka tidak takut untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung. Tempat inijuga ideal untuk trekking di bukit-bukit dan lembah-lembah dengan airnya yang jernih.


SURANADI : Berlokasi di Timur-laut Narmada, Suranadi memiliki salah satu pura suci bagi umat Hindu di Lombok. Pura tersebut terletak di daerah yang cocok untuk bersantai ditambah dengan sumber mata air dan disekitarnya banyak terdapat pondok-pondok penjual ikan segar. Suranadi sendiri sangat membanggakan areal hutan alamnya yang merupakan habitat bagi Kera dan berbagaijenis Burung.

www.akomodasidilombok.com

Wisata Budaya Desa Senaru

Desa Senaru dulunya merupakan desa yang sam dengan desa Bayan, akan tetapi karena populasi penduduknya yang meningkat, maka desa Bayan dipecah dan akhirnya terbentuklah desa Senaru. Sampai saat ini jumlah penduduk di desa Senaru berjumlah 6865 ( enam ribu delapan ratus delapan puluh lima) dengan jumlah kepala keluarga 1913 ( seribu sembilan ratus tiga belas ). Nama senaru diambil dari nama sebuah gubug yang artinya SINAR/TERANG.

Didesa senaru ini terdapat 12 dusun didalamnya, yaitu:
1. senaru
2. Batu koq
3. Tumpang sari
4. Lokok klungkung
5. Dasan baro
6. Oma segohar
7. Telaga lunggundi
8. Sembalun batu
9. Bon gontor
10. Kebaluan
11. Pawang kanja
12. Lendang cempaka

Penduduk desa Senaru mayoritas masih menganut agama islam yang berjumlah 6720 orang, akan tetapi masih ada penduduk yang menganut agama hindu dengan jumlah 145 orang. Desa Senaru mempunyai semboyan yang merupakan pedoman bagi penduduk, yaitu ONTAS ONANG ONYAK yang artinya berkewajiban untuk membuka sesuatu yang bagus.

Desa Senaru memiliki berbagai macam hasil tanam, biasanya hasil tanam tersebut digunakan sendiri atau dijual ke orang lain. Hasil tanam tesebut, antara lain:

• jagung
• padi ladang
• bawang putih, bawang merah
• tembakau
• kapas
• mangga
• jeruk
• rambutan
• pepaya
• durian
• pisang
• nangka

Selain itu desa senaru juga memiliki hasil ternak yang bermacam-macam
Desa senaru ini sendiri memiliki tipelogi desa sekitar hutan, dengan ketinggian 560 mdpl dan dengan bentang wilayah yang berbukit-bukit atau lereng gunung, dengan curah hujan 2379 mm/tahun.
Secara keseluruhan luas desa senaru dimanfaatkan untuk berbagai macam , diantaranya adalah untuk sawah irigasi teknis dengan luas 54,35 ha, pemukiman 38 ha, tanah perkebunan rakyat 963 ha, kas desa 2 ha, lapangan 0,5 ha, dan kantor pegawai negeri 1,5 ha.

Bila dibandingkan dengan desa Sembalun Lawang, desa senaru tertinggal jauh dalam segi pendidikan dan juga bisa dilihat dari mata pencahariannya.

Melihat bentang alam desa Senaru, daerah ini dapt dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata. Selain desa ini merupakan salah satu pintu masuk untuk menuju Gunung rinjani, terdapat juga air terjun yang tidak kalah indah pemandangannya, yaitu air terjun Sendang gile dan air terjun Ciu kelep.

Taman Narmada Tempat Pemandian Para Raja

Seperti kerajaan-kerajaan lainnya di Nusantara, kerajaan-kerajaan Bali yang pernah berkuasa di Pulau Lombok banyak membangun taman-taman sebagai tempat peristirahatan para Raja untuk menikmati suasana alam setelah penat dengan urusan kerajaan. Di dalam taman-taman itu terdapat beberapa peralatan yang biasa digunakan untuk menghibur raja-raja. Berbeda dengan taman-taman lainnya di Nusa Tenggara Barat, Taman Narmada dibangun sebagai tempat peribadatan dan ritual para raja.

Narmada adalah sebuah taman yang dibangun oleh Raja Anak Agung Gde Ngurah Karangasem tepatnya pada tahun 1727 M. Sebagian buku sejarah menyatakan waktu pendiriannya pada tahun 1805 M. Nama taman ini diambil dari sebuah Sungai suci di India, Sungai Narmada. Taman ini menyerupai Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak. Konon, ketika Sang Raja sudah terlalu tua untuk melakukan ritual kurban (pekelan) ke puncak Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 meter, beliau memerintahkan seluruh arsitek kerajaan untuk membawa nuansa Gunung Rinjani ke tengah pusat kota. Akhirnya mereka bersepakat untuk membuat duplikatnya yaitu Taman Narmada. Pada masa lalu, selain sebagai tempat khusus untuk memuja Dewa Shiwa, Taman Narmada juga diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan raja.
Saat ini Taman Narama terbuka untuk umum dan menjadi pusat rekreasi yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara dan selalu padat terutama pada akhir pekan.

Keistimewaan
Jika anda pecinta alam namun terlalu sibuk dan tidak memiliki cukup waktu, maka tidak salah jika anda menyempatkan diri untuk singgah di Taman Narmada. Konsep taman ini berciri-khaskan nuansa alam yang eksotik, ditata menyerupai bentuk gunung. Di bagian bawah terdapat tiga kolam yang diairi oleh sumber mata air jernih bagaikan sebuah danau. Jumlahnya yang tiga sama dengan jumlah Danau Segara Anak di puncak Gunung Rinjani. Di dalam taman ini terdapat sebuah pura bernama Pura Kalasa yang berada di bagian atas. Untuk sampai ke pura ini, anda harus melewati puluhan anak tangga yang sengaja dibuat agar tampak seolah-olah menaiki Gunung Rinjani. Cukup melelahkan untuk sampai ke puncak atas Pura Kalasa. Namun rasa capek dan lelah tersebut akan terhapus dengan adanya suasana alam yang masih segar, pepohonan yang rindang dan kolam renang alami dengan air yang jernih.
Antara bulan November dan Desember, taman ini akan tampak seperti pusat ibadah. Para penduduk asli Lombok penganut agama Hindu pada bulan tersebut biasanya merayakan Hari Pujawali dengan menaiki Gunung Rinjani dan melakukan ritual pekelan dengan melempar barang-barang dan perhiasan kecil untuk menghormati Dewa yang menjaga Gunung Rinjani. Namun bagi yang tidak mampu pergi ke gunung, mereka cukup datang menuju pura di taman ini.
Hal menarik lainnya, air kolam di Taman Narmada ini berasal dari sumber mata air yang berasal dari Gunung Rinjani dan dipercaya bisa membuat awet muda seseorang. Anda bisa mencobanya dengan cara mencuci muka atau meminum air tersebut.

Taman Mayura

Berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Barat akan semakin lengkap bila anda menyempatkan diri mampir ke Taman Air Mayura. Mayura adalah paduan unik dan khas dari konsep taman, kolam serta pura ibadah. Bangunan yang masih kental dengan corak Bali, Jawa dan Lombok ini dibangun pada masa ketika Kerajaan Bali masih berkuasa di Pulau Lombok, tepatnya pada tahun 1744 M. oleh Raja A.A. Made Karangasem. Bangunan ini pada awalnya bernama Taman Istana Kelepug. Nama tersebut diambil dari suara yang muncul (kelepug-kelepug) karena derasnya air yang keluar dari mata air di tengah kolam dalam taman tersebut.

Pada masa Kerajaan Mataram, taman ini mengalami proses renovasi sekitar tahun 1866 yang dititahkan langsung oleh Raja A.A. Ngurah Karangasem. Tidak hanya bangunan fisik, nama Istana Kelepugpun diganti menjadi Istana Mayura. Kata “mayura” sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti burung merak. Konon, pada masa Raja A.A. Ngurah Karangasem, banyak ular berkeliaran di taman Istana sehingga mengganggu aktivitas kerajaan. Beberapa penasehat menyarankan agar di sekitar taman ini dipelihara burung merak yang suka memangsa ular sehingga Istana menjadi aman.
Letaknya yang strategis serta nilai sejarah yang banyak terkandung di dalamnya menjadikan lokasi wisata ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Keistimewaan
Bangunan bersejarah ini menawarkan perpaduan suasana antara nuansa alam, atmosfer religius dan sejarah. Ketika anda memasuki lokasi ini, kesan pertama yang muncul adalah kesan bangunan taman yang mampu menghadirkan kedamaian natural. Istana ini dilengkapi dengan kolam yang ditata sedemikian rupa sehingga tampak bagaikan sebuah taman yang asri. Di tengah kolam berdiri sebuah bangunan yang disebut “Bale Kambang”. Ada yang menyebutnya gili (dalam bahasa lokal bermakna pulau kecil) karena keberadaannya di tengah-tengah kolam yang menyerupai pulau kecil di tengah samudera. Di dalam komplek ini banyak sekali dijumpai pohon manggis berderet rapi yang menambah kesejukan hawa udara di taman. Jika anda beruntung, pemandu wisata akan memperbolehkan anda untuk memetik beberapa buah manggis.

Beberapa bangunan yang bercirikan Bali serta paduan antara pengaruh Jawa dan Lombok menjadikan Mayura sangat bernuansa religius. Bahkan, menurut penjaga Taman ini, roh utama taman ini adalah sebuah pura yang terletak di hulu kolam. Namun karena luasnya taman, deretan pohon manggis, kolam yang lebar serta letak pura yang di ujung, menjadikan pura ini selalu terlewatkan dari perhatian para pengunjung. Pura tersebut masih menggunakan namanya yang lama “Kelepug” untuk mengingatkan akan nama asli lokasi ini. Dalam beberapa ritual khusus, pura ini masih tetap difungsikan sebagai tempat pemujaan para dewa.

Jika anda berkunjung ke lokasi ini, anda akan ditemani seorang guide yang banyak bercerita tentang hal-ihwal sejarah Mayura. Diantara hal yang menarik dalam sejarah pembangunan beberapa bagian taman ini adalah patung batu manusia yang berwajah Asia Barat. Menurut sejarah, patung ini dibuat sebagai tanda terima kasih Raja kepada orang Asia Barat itu karena telah memberikan idenya supaya mengembangbiakkan merak untuk mengusir ular. Selain itu, sejarah pendirian bangunan yang berada di tengah kolam (bale kambang) layak untuk anda simak. Konon, bangunan ini didirikan setelah adanya desakan masyarakat pada saat itu untuk memperoleh keadilan. Pada zaman Rad Kerta, pengadilan terhadap orang yang berperkara biasanya disidangkan di Bale Kambang. Masih banyak lagi hal-hal berkaitan dengan sejarah lainnya yang akan membuat anda kagum akan konsep pembangunan taman ini.
Lokasi

Taman ini terletak di pusat bisnis, tepatnya di Kecamatan Cakranagera, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Akses
Menuju Pura Mayura membutuhkan perjalanan sekitar 15 menit dari kecamatan Narmada (tempat pemberhentian kendaraan umum). Perjalanan dapat ditempuh menggunakan angkot dengan tarif Rp. 5000,- atau menggunakan taksi dengan tarif Rp. 15.000,-. Namun bila perjalanan dimulai dari Ibukota Mataram, perjalanan hanya ditempuh selama 10 menit dengan naik angkot dengan tarif Rp. 2.500,- atau menggunakan taksi Rp 10.000,-.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Harga tiket yang anda bayar untuk masuk lokasi wisata ini sudah termasuk dengan biaya guide yang akan memandu anda memahami konsep serta sejarah bangunan Istana Mayura. Biasanya, mereka akan mengajak anda berkeliling sekitar 15 menit, selebihnya anda akan dipersilahkan menikmati sendiri suasana Mayura.
Berkaitan dengan tempat penginapan, karena letaknya yang berada di kawasan bisnis, banyak sekali hotel dan restaurant di sekitar kawasan wisata sejarah ini. Bahkan, bagi anda pencinta masakan lokal, banyak warung makan sederhana di sekitar Mayura yang menawarkan masakan khas lombok seperti Pelecing.

(Ahmad Baihaqie/wm/06/02-08)
www.wisatamelayu.com

Menelusuri Sejarah Suku sasak

Komunitas Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat merupakan Suku terbesar di Propinsi yang berada di antara Bali dan Nusa Tenggara Timur ini. Menurut catatan sensus yang diadakan tahun 1989, populasi suku sasak mencapai 2,1 juta jiwa. Pada Sensus berikutnya, tepatnya tahun 2000 populasinya bertambah menjadi 2,6 juta jiwa. Tahun ini diperkirakan populasi Suku Sasak yang tinggal di Lombok sekitar 3 juta jiwa, jumlah itu belum termasuk “sasak diaspora” alias sasak rantau yang menetap di Pulau Sumbawa bagian Barat, di Kalimantan Timur (akibat proyek transmigrasi), di Malaysia (TKI) dan di beberapa Kota besar di Indonesia (yang umumnya karena faktor pekerjaan dan status sebagai Mahasiswa). Di Samping itu dalam jumlah kecil, Suku Sasak tersebar di beberapa Negara di dunia ini. Melihat hal ini Populasi Komunitas Suku Sasak bisa dikatakan cukup besar dan layak disandingkan dengan etnis lain di Indonesia.

Tapi Tahukah Semeton dari mana asal usul Suku sasak ? , ” Siapa Papuk Baloq orang sasak?”. Saya yakin seyakin yakinnya, sangat teramat sedikit dari kita yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Satu Minggu yang lalu, Komunitas Sasak yang tergabung dalam milis Komunitas Sasak mengadakan diskusi kecil tentang hal ini, jauh memang kalau dikatakan sebagai diskusi yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan, tapi paling tidak banyak diantara kita yang memiliki informasi yang berbeda beda tentang asal usul Papuk Baloq Sasak.

Dari penelusuran kecil kecilan, terungkap bahwa Suku Sasak berasal dari Vietname, bersumber dari miripnya Bahasa / Base Sasak dengan Bahasa di vietnam. Ada juga semeton sasak yang sekarang ini bekerja di sektor Pariwisata di Lombok yang sempat bertemu dengan turis dari Philipine, yang bikin semeton kita ini terkejut, ada banyak kesamaan antara bahasa sasak dengan bahasa si turis, ya Bahasa Tagalog, apakah ini artinya Papuk Baloq kita dari philipine?. Ada banyak teori yang biasa dipakai oleh para ahli untuk menelusuri asal usul suatu etnis, salah satunya adalah dari bahasa yang mereka pergunakan, fisik mereka dan sejarah para tetuanya. Mari kita coba telusuri satu persatu.
BAHASA

Bahasa Sasak, terutama aksara (bahasa tertulis) nya sangat dekat dengan aksara Jawa dan Bali, sama sama menggunakan aksara Ha Na Ca Ra Ka …dst. Tapi secara pelafalan cukup dekat dengan Bali.
Menurut ethnologue yang mengumpulkan semua bahasa di dunia, Bahasa Sasak merupakan keluarga (Languages Family) dari Austronesian Malayo-Polynesian (MP), Nuclear MP, Sunda-Sulawesi dan Bali-Sasak.

Sementara kalau kita perhatikan secara langsung, bahasa Sasak yang berkembang di Lombok ternyata sangat beragam, baik dialek (cara pengucapan) maupun kosa katanya. Ini sangat unik dan bisa menunjukkan banyaknya pengaruh dalam perkembangannya. Saat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ingin membuat Kamus Sasak saja, mereka kewalahan dengan beragamnya bahasa sasak yang ada di lombok timur, Walaupun secara umum bisa diklasifikasikan ke dalam: Kuto-Kute (Lombok Bagian Utara), Ngeto-Ngete (Lombok Bagian Tenggara), Meno-Mene (Lombok Bagian Tengah), Ngeno-Ngene (Lombok Bagian Tengah), Mriak-Mriku (Lombok Bagian Selatan)

Dari Aspek Bahasa, Papuk Bloq kita bisa jadi berasal dari Jawa (Malayo-Polynesian), Vitname atau Philipine ( Austronesian), atau dari Sulawesi (Sunda-Sulawesi)

SEJARAH
Sebelum Abad ke 16 Lombok berada dalam kekuasan Majapahit, dengan dikirimkannya Maha Patih Gajah Mada ke Lombok. Malah ada kabar kalau beliau wafat di Pulau Lombok dan dimakamkan di Lombok Timur. Pada Akhir abad ke 16 sampai awal abad ke 17, lombok banyak dipengaruhi oleh Jawa Islam melalui dakwah yang dilakukan oleh Sunan Giri, juga dipengaruhi oleh Makassar. Hal ini yang menyebabkan perubahan Agama Suku Sasak, yang sebelumnya Hindu menjadi Islam.

Pada awal abad ke 18 Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat, Beberapa Pura besar juga gampang di temukan di kedua daerah ini. Lombok berhasil Bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan Kerajaan Selapang (Lombok timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.
Kalau kita lihat dari aspek sejarah, orang Sasak bisa jadi berasal Jawa, Bali, Makassar dan Sumbawa. Tapi bisa juga ke empat etnis tersebut bukan Papuk Bloq orang sasak, melainkan hanya memberi pengaruh besar pada perkembangan Suku Sasak

Ciri FISIK
Sementara kalau diperhatikan secara fisik Suku Sasak ini lebih mirip orang Bali dibandingkan orang Sumbawa. Dari Aspek ini bisa jadi orang Sasak berasal dari orang Bali, nah sekarang tinggal di cari rang Bali berasal dari mana?

Bukti Otentik
Beberapa minggu yang lalu, salah seorang yang membaca tulisan ini mengirimkan ke saya sebuah bukti otentik asal usul suku sasak yang disimpan keluarganya di Lombok Tengah. Bukti tersebut berupa silsilah keluarga yang berujung pada sebuah nama: Datu Pangeran Djajing Sorga (dari Majapahit, Kabangan, Jawa Timur). Dari Bukti otentik tersebut, jelaslah terlihat bahwa Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok, sebenarnya berasal dari Jawa.

http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com
www.sasak.org
 

Menikah (Merariq) Ala Suku sasak

Kalau Anda di Lombok dan ingin menikah curilah anak gadis itu, bawa lari tanpa sepengetahuan keluarganya, bila sehari semalam tidak ada kabar maka dianggap gadis itu telah menikah!

Mencuri untuk menikah lebih kesatria dibandingkan meminta kepada orang tuanya. Namun ada aturan dalam mencuri gadis di suku asli di Pulau Lombok.

Memang cukup unik dari suku Sasak penduduk asli warga di Pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk urusan perjodahan suku ini menyerahkan semuanya pada anak, bila keduanya sudah saling suka, tidak perlu menunggu lama untuk menikah, curi saja anak gadis itu, pasti menikah. mencuri anak gadis itu lebih diterima keluarganya. Merarik istilah bahasa setempat untuk menyebutkan proses pernikahan dengan cara dicuri. Caranya cukup sederhana, jika keduanya saling menyukai dan tidak ada paksaan dari pihak lain, gadis pujaan itu tidak perlu memberitahukan kepada kedua orangtuanya. Bila ingin menikah langsung aja bawa gadis itu pergi dan tidak perlu izin.Mencuri gadis dengan melarikan dari rumah menjadi prosesi pernikahan yang lebih terhormat dibandingkan meminta kepada orang tuanya.

Ada rasa kesatria yang tertanam jika proses ini dilalui. Terlebih lagi kelas bangsawan yang di sana menyandang gelar Lalu dan Raden. Namun Jangan lupa aturan, mencuri gadis dan melarikannya biasanya dilakukan dengan membawa beberapa orang kerabat atau teman. Selain sebagai saksi kerabat yang dibawa untuk mencuri gadis itu sekalian sebagai pengiring dalam prosesi itu.

Dan gadis itu tidak boleh dibawa langsung ke rumah lelaki, harus dititipkan ke kerabat laki-laki. Setelah sehari menginap pihak kerabat laki-laki mengirim utusan ke pihak keluarga perempuan sebagai pemebritahuan nahwa anak gadisnya dicuri dan kini berada di satu tempat tetapi tempat menyembunyikan gadis itu dirahasiakan, tidak boleh ketahuan keluarga perempuan. Nyelabar, Istilah bahasa setempat untuk pemberitahuan itu, dan itu dilakukan oleh kerabat pihak lelaki tetapi orangtua pihak lelaki tidak diboleh ikut. Rombongan Nyelabar terdiri lebih dari 5 orang dan wajib mengenakan berpakaian adat. Rombongan tidak boleh langsung datang kekeluarga perempuan.Rombongan terlebih dahulu meminta izin pada Kliang atau tetua adat setempat, sekedar rasa penghormatan kepada kliang, datang pun ada aturan rombongan tidak diperkenankan masuk ke rumah pihak gadis. Mereka duduk bersila dihalaman depan, satu utusan dari rombongan itu yang nantinya sebagai juru bicara menyampaikan pemberitahuan. Memang unik budaya yang ada di Suku Sasak namun kini ada pergeseran budaya Merarik, seperti adanya prosesi meminta kepada orangtua dan bertunangan yang sebelumnya kurang dikenal oleh suku sasak. Tetapi seiring berkembangnya budaya luar dari masyarakat perantau yang datang dan menetap Akulturasi Budaya mulai terjadi. Lahirlah istilah sudah menikah tetapi belum nikah adat. Artinya prosesi menikah itu dilakukan dengan cara meminang tetapi belum menikah secara Merarik, mencurinya dari rumah si Perempuan. Ini Akulturasi Budaya yang muncul, meminang dan mencuri anak gadis prosesi nikan yang dujalankan bersamaan.

Pengaruh Budaya Bali
Budaya Merarik ini sangat kental dipengaruhi oleh budaya Bali, dalam sejarah, suku sasak Lombok menjadi wilayah dibawah kekuasaan kerajaan Karang Asem yang dirajai oleh Anak Agung. Kentalnya budaya Bali diakar budaya suku sasak tidak mudah dihapus begitu saja. Namun tidak semua wilayah di pulau lombok menjadi wilayah kekuasaan Anak Agung, sehingga semakin ketimur budaya khas yang bernuansa bali cenderung memudar. Untuk wilayah timur kentalnya budaya Islam cukup kentara, sebab pengaruh sejarah kedatangan Islam ke pulau lombok melalui dua pintu dari Timur dan Utara.

sumber : http://www.kabarindonesia.com/

Asrinya Hutan Pusuk

Rimbunnya pepohonan yang terhampar, dan berjajar rapi di tepian jalan, mengikuti kontur lokasi yang berbukit, seakan menghadirkan nuansa kesegaran yang begitu alami di puncak pusuk, atau pusuk pass (perbatasan Lombok barat dan Lombok utara).

Pusuk pass, seringkali di manfaatkan banyak wisatawan, pelancong, atau pun pengendara yang melintas di jalan raya pusuk, entah menuju mataram atau sebaliknya menuju Lombok utara. Biasanya kalau saya melintas di jalan ini, selalu menyempatkan diri untuk menikmati suasana di pusuk pass ini. Sambil menyeruput kopi dan beristirahat sejenak mengumpulkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan, terang Fianto Widawan, salah satu pengendara motor ketika dijumpai Korean Berita tengah istirahat disebuah berugak pinggir jalan.

Puncak pusuk sendiri berada sekitar 20 kilo meter dari pusat Kota Mataram, dan berada diketinggian 831 dpl (dari permukaan laut). Jalan raya yang membentuk bukit pusuk ini, bisa dikatakan selalu ramai dilalui kendaraan, karena jalan raya ini merupakan salah satu jalan dari dua jalan yang menghubungkan langsung Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Utara. Jika mengendarai kendaraan bermotor, pusuk pass ini dapat ditempuh selama kurang lebih 45 menit dari pusat kota.

Sepanjang jalan, pengendara akan terbuai dengan hamparan hijau yang membentang di kedua sisi jalan menuju pusuk. Hanya saja, para pengendara mesti berhati-hati bila melintasi jalan raya ini, selain volume kendaraan yang melintas begitu banyak, jalan yang berkelok-kelok dan sedikit curam serta licin bila musim hujan tiba, menuntut sertiap pengendara untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.
Hutan pusuk sendiri merupakan hutan konservasi, produksi, dan hutan lindung yang termasuk dalam kawasan hutan rinjani barat, dengan memiliki luas sebesar 43.550,23 hektar serta 162 jenis pohon yang tumbuh di areal ini. Antara lain Sono Keling atau Dalbergia Latifolia, Daoki yang memiliki nama latin Duacontomelori Mangiferum, serta yang banyak terdapat berjejer rapi di tepi jalan, Mahoni atau Swettania Macrophylla.

Selain itu sepanjang jalan ini juga terdapat para pedagang tuak manis yang memjajakan dagangannya dengan harga Rp. 2.500/botolnya, minuman tradisional yang terassa segar bila dinikmati di cuaca yang terik. Dan saat musim buah-buahan seperti rambutan ataupun durian, akan banyak muncul pedagang kagetan atau musiman yang menjajakan dagangannya sepanjang jalan ini. This really incredible can fiddle around with wild animals, while enjoy green scenery. (ini sungguh luar biasa, dapat bermain dengan hewan-hewan liar seraya menikmati pemandangan hijau), ucap Conny Schmidt, wisatawan asal Jerman yang kebetulan tengah bercengkrama dengan monyet, salah satu binatang khas pusuk pass.

Bau Nyale (Putri Mandalika, Asal-muasal Upacara Bau nyale)

Kabupaten Lombok Tengah adalah salah satu daerah Tingkat II di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Di daerah ini terdapat sebuah kawasan wisata pantai yang sangat menarik dan ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kawasan tersebut adalah Pantai Seger Kuta, terletak di bagian Selatan pulau Lombok, kira-kira 65 kilometer dari kota Mataram. Keindahan pantai ini membuat para wisatawan menjadi kagum menyaksikan panorama alamnya. Airnya yang jernih dan tenang menjadikan pantai ini sangat ideal untuk berenang.

Selain keindahan alamnya, Pantai Seger Kuta juga memiliki daya tarik lain yang tidak kalah eksotisnya bagi para wisatawan. Setiap setahun sekali, yaitu antara bulan Februari dan Maret, di tempat ini diselenggarakan sebuah pesta atau upacara yang dikenal dengan Bau Nyale. Kata bau berasal dari bahasa Sasak yang berarti menangkap, sedangkan kata nyale berarti sejenis cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang di bawah permukaan laut.
Pesta Bau Nyale adalah sebuah peristiwa dan tradisi yang sangat melegenda dan mempunyai nilai sakral tinggi bagi suku Sasak, suku asli pulau Lombok. Keberadaan pesta Bau Nyale ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di daerah Lombok Tengah bagian Selatan, tepatnya pada masyarakat Pujut, sebuah kecamatan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Cerita tersebut mengisahkan tentang seorang putri yang sangat arif dan bijaksana, namanya Putri Mandalika. Ia adalah putri dari seorang Raja yang pernah memerintah di negeri Lombok. Wajahnya yang elok, tubuhnya yang ramping dan perangainya yang baik, membuat para pangeran dari berbagai negeri berkeinginan untuk memperistrinya. Setiap pangeran yang datang melamarnya, tidak ada yang ditolaknya. Namun, antara pangeran yang satu dan pangeran yang lainnya tidak menerima jika sang Putri yang cantik jelita itu diperistri oleh banyak pangeran. Hal inilah yang akan menimbulkan terjadinya perang antara pangeran yang satu dengan pangeran yang lainnya. Hal ini pulalah yang membuat Putri Mandalika merasa gelisah. Ia selalu termenung memikirkan bagaimana cara agar pertumpahan darah tidak terjadi. Apa yang akan dilakukan Putri Mandalika untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah tersebut? Lalu, pangeran siapa yang berhasil memperistrikan Putri Mandalika? Untuk mengetahui jawabannya, ikuti kisahnya dalam cerita Putri Mandalika: Asal Mula Bau Nyale berikut ini.

Asal Usul Upacara Bau nyale

pada zaman dahulu kala, di pantai Selatan Pulau Lombok, berdiri sebuah kerajaan yang bernama Tunjung Bitu. Kerajaan tersebut diperintah oleh seorang Raja yang bernama Raja Tonjang Beru dengan permaisurinya, Dewi Seranting. Tonjang Beru adalah seorang raja yang arif dan bijaksana. Seluruh rakyatnya hidup makmur, aman dan sentosa. Mereka sangat bangga mempunyai raja yang arif dan bijaksana itu. Raja Tonjang Beru memiliki seorang Putri yang cantik jelita, cerdas dan bijaksana, namanya Putri Mandalika. Di samping cantik dan cerdas, Putri Mandalika juga terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya sangat lembut. Seluruh rakyat negeri sangat sayang terhadap sang Putri.
Kecantikan dan keelokan perangai Putri Mandalika sudah tersohor ke berbagai negeri, bahkan sampai ke negeri seberang. Para pangeran dari berbagai kerajaan juga telah mendengar berita tersebut. Setiap pangeran yang melihat kecantikan dan keanggunan sang Putri menjadi mabuk kepayang. Seakan telah terjadwalkan, para pangeran tersebut datang secara bergantian untuk melamar sang Putri.

Suatu keanehan pada diri Putri Mandalika. Setiap pangeran yang datang melamarnya, tak satu pun yang ia tolak. Namun, para pangeran tersebut tidak menerima jika sang Putri diperistri oleh banyak pangeran. Maka mereka pun bersepakat untuk mengadu keberuntungan melalui peperangan. Siapa yang menang dalam peperangan itu, maka dialah yang berhak memperistri sang Putri.

Suatu hari, berita tentang akan terjadinya peperangan antara beberapa kerajaan sampai pula ke telinga Raja Tonjang Beru. Sang Raja segera memanggil putrinya untuk membicarakan masalah tersebut. “Wahai, Putriku! Ayahanda mendengar bahwa di negeri ini akan terjadi malapetaka besar. Seluruh pangeran yang pernah datang melamarmu akan mengadakan perang. Mereka bersepakat, siapa yang menang dalam perang itu, dialah yang akan menjadi suamimu,” kata sang Raja kepada putrinya.

“Putri sudah mendengar berita itu, Ayahanda,” jawab sang Putri dengan tenang. “Lalu, apa yang akan kita lakukan agar pertumpahan darah itu tidak terjadi?” tanya sang Raja khawatir. “Maafkan Putri, Ayahanda! Ini semua salah Putri, karena telah menerima semua lamaran mereka. Jika Ayahanda berkenan, izinkanlah Putri yang menyelesaikan masalah ini,” pinta sang Putri. “Baiklah, Putriku!” jawab sang Raja penuh keyakinan.

Setelah berpikir sehari-semalam, sang Putri pun menemukan jalan keluarnya. Pada awalnya, sang Putri berniat memilih salah satu dari puluhan pangeran yang melamarnya sebagai suaminya. Namun, niatnya itu ia batalkan setelah memikirkan resikonya. Jika ia memilih satu di antara beberapa pangeran sebagai suaminya, tentu pangeran yang lainnya merasa iri. Hal ini tentu akan menimbulkan pertumpahan darah. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi sang Putri. Ia pun memutuskan untuk mengorbankan jiwa dan raganya. Tekadnya tersebut sudah tidak bisa ditawar lagi. Ia sudah siap merelakan jiwanya demi menghindari terjadinya peperangan yang akan memakan korban yang lebih banyak.

Namun, sebelum melaksanakan niatnya, sang Putri harus melakukan semedi terlebih dahulu. Dalam semedinya, ia mendapat wangsit agar mengundang semua pangeran dalam pertemuan pada tanggal 20, bulan 10 penanggalan Sasak), bertempat di Pantai Seger Kuta, Lombok Tengah. Semua pangeran yang diundang harus disertai oleh seluruh rakyatnya masing-masing. Mereka harus datang ke tempat itu sebelum matahari memancarkan sinarnya di ufuk Timur.

Hari yang telah ditentukan tiba. Tampaklah pemandangan yang sangat menarik. Para undangan dari berbagai negeri berbondong-bondong datang ke pantai Seger Kuta. Orang yang datang ribuan jumlahnya. Pantai Seger Kuta bak gula yang dikerumuni semut. Bahkan, banyak undangan yang datang dua hari sebelum hari yang ditentukan oleh sang Putri tiba. Mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek datang memenuhi undangan sang Putri di tempat itu. Rupanya mereka sudah tidak sabaran ingin menyaksikan bagaimana sang Putri yang cantik jelita itu menentukan pilihannya.

Pantai Sereg Kuta sudah penuh sesak oleh para undangan. Tak berapa lama, sang Putri yang sudah tersohor kecantikannya itu pun tiba di tempat dengan diusung menggunakan usungan yang berlapiskan emas. Seluruh undangan serentak memberi hormat kepada sang Putri yang didampingi oleh Ayahanda dan Ibundanya serta sejumlah pengawal kerajaan. Suasana yang tadinya hiruk-pikuk berubah menjadi tenang. Seluruh pasang mata yang hadir tercengang kecantikan wajah sang Putri. Tubuhnya yang dibungkus oleh gaun sutra yang sangat halus itu, menambah keanggunan dan keelokan sang Putri. Para pangeran sudah tidak sabar lagi menanti keputusan dari sang Putri. Masing-masing berharap dirinyalah yang akan dipilih sang Putri. Suasana semakin tegang. Jantung para pangeran berdetak kencang seakan-akan mau copot.

Tidak berapa lama, sang Putri melangkah beberapa kali, lalu berhenti di onggokan batu, membelakangi laut lepas. Di tempat ia berdiri, Putri Mandalika kemudian menebarkan pandangannya ke seluruh undangan yang jumlahnya ribuan itu. Rasa penasaran para hadirin semakin memuncak. Mereka semakin tidak sabaran ingin mendengarkan kata demi kata keluar dari mulut sang Putri yang menyebutkan salah satu nama dari puluhan pangeran yang ada di tempat itu sebagai pilihan hatinya.

Setelah pandangannya merata ke arah para undangan yang hadir, sang Putri pun berbicara untuk mengumumkan keputusannya dengan suara lantang dengan berseru, “Wahai, Ayahanda dan Ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai! Setelah aku pikirkan dengan matang, aku memutuskan bahwa diriku untuk kalian semua. Aku tidak dapat memilih satu di antara banyak pangeran. Diriku telah ditakdirkan menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut.”

Mendengar keputusan sang Putri tersebut, para hadirin tersentak kaget, termasuk Ayahanda dan Ibundanya, karena sang Putri tidak pernah memberitahukan keputusannya itu kepada kedua orang tuanya. Belum sempat Ayahanda dan Ibundanya berkata-kata, tiba-tiba sang Putri menceburkan diri ke dalam laut dan langsung ditelan gelombang. Bersamaan dengan itu pula, angin bertiup kencang, kilat dan petir pun menggelegar. Suasana di pantai itu menjadi kacau-balau. Suara teriakan terdengar di mana-mana. Sesekali terdengar suara pekikan minta tolong. Namun, suasana itu berlangsung tidak lama.

Sesaat kemudian, suasana kembali tenang. Para undangan segera mencari sang Putri di tempat di mana ia menceburkan diri. Tidak ada tanda-tanda keberadaan sang Putri di tempat itu. Ia menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Tak lama kemudian, tiba-tiba bermunculan binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak dari dasar laut. Binatang yang berbentuk cacing laut itu memiliki warna yang sangat indah, perpaduan warna putih, hitam, hijau, kuning dan coklat. Binatang itu disebut dengan Nyale.

Seluruh masyarakat yang menyaksiksan peristiwa itu meyakini bahwa Nyale tersebut adalah jelmaan Putri Mandalika. Sesuai pesan sang Putri, mereka pun beramai-ramai dan berlomba-lomba mengambil binatang itu sebanyak-banyaknya untuk dinikmati sebagai tanda cinta kasih kepada sang Putri.

***********
Cerita rakyat di atas merupakan cerita teladan yang mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu nilai moral yang sangat menonjol dalam cerita di atas adalah sifat rela berkorban. Sifat ini tercermin pada sifat Putri Mandalika ketika ia rela mengorbankan jiwa dan raganya demi menghindari terjadinya peperangan antara beberapa kerajaan yang dapat mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa. Ia lebih memilih mengorbankan jiwanya daripada mengorbankan jiwa orang banyak.

Selain itu, cerita rakyat di atas juga merupakan cerita yang telah melegenda di kalangan masyarakat Lombok Tengah yang menceritakan tentang asal-mula upacara atau pesta Bau Nyale (menangkap cacing), terutama di kalangan masyarakat suku-bangsa Sasak. Hingga kini, masyarakat setempat menyelenggarakan upacara Bau Nyale setiap setahun sekali, yaitu antara bulan Februari dan Maret.

Upacara Bau Nyale ini telah menjadi salah satu daya tarik yang banyak ditunggu-tunggu oleh para wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah menjadikan upacara Bau Nyale ini sebagai aset budaya yang penyelenggaraannya telah menjadi koor event kegiatan budaya nasional.

Tradisi upacara Bau Nyale yang diwariskan secara turun-temurun oleh suku Sasak ini sudah ada sebelum abad ke-16 Masehi. Pada saat acara Bau Nyale akan dilangsungkan, sejak sore hari masyarakat setempat beramai-ramai menangkap Nyale si sepanjang pesisir Selatan Pulau Lombok, terutama di Pantai Seger Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Sejak berkembangnya pariwisata, khususnya wisata pantai di Lombok, upacara Bau Nyale selalu dirangkaikan dengan berbagai kesenian tradisional seperti Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu), dan tidak ketinggalan pula pementasan drama kolosal Putri Mandalika. Upacara Bau Nyale tersebut biasanya dihadiri oleh para pejabat daerah setempat hingga Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan bahkan tidak sedikit yang datang dari Jakarta.

Upacara Bau Nyale sudah menjadi tradisi masyarakat setempat yang sulit untuk ditinggalkan, sebab mereka meyakini bahwa upacara ini memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi orang yang meremehkannya.

Menurut keyakinan masyarakat Sasak, Annelida laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini dapat membawa kesejahteraan dan keselamatan, khususnya untuk kesuburan tanah pertanian agar dapat menghasilkan panen yang memuaskan. Nyale yang telah mereka tangkap di pantai, biasanya mereka taburkan ke sawah untuk kesuburan padi. Selain itu, Nyale tersebut mereka gunakan untuk berbagai keperluan seperti santapan (Emping Nyale), lauk-pauk, obat kuat dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Secara ilmiah, cacing Nyale yang pernah diteliti mengandung protein hewani yang sangat tinggi. Di samping itu, Dr. dr. Soewignyo Soemohardjo dalam penelitiannya menemukan bahwa cacing Nyale dapat mengeluarkan suatu zat yang sudah terbukti mampu membunuh kuman-kuman.

Secara sosial-budaya, berdasarkan sebuah survey di kalangan petani Lombok Tengah, bahwa 70,6 persen responden yang membuang daun bekas pembungkus Nyale (daun pembungkus pepes Nyale) ke sawah dapat menambah kesuburan tanah dan meningkatkan hasil pertanian penduduk setempat. Di samping itu, masyarakat setempat juga meyakini bahwa apabila banyak Nyale yang keluar, hal itu menandakan pertanian penduduk akan berhasil.

Namun yang terpenting dalam kegiatan Bau Nyale ini adalah fungsi solidaritas dan kebersamaan dalam kelompok masyarakat di Lombok Tengah yang terus mereka pertahankan, di samping melestarikan nilai-nilai tradisional dan budaya daerah mereka.

sumber : www.melayuonline.com

Sejarah Pulau Lombok

Sejarah
Kerajaan Selaparang merupakan salah satu kerajaan tertua yang pernah tumbuh dan berkembang di pulau Lombok, bahkan disebut-sebut sebagai embrio yang kemudian melahirkan raja-raja Lombok masa lalu. Terbukti penamaan pulau ini juga sering disebut sebagai bumi Selaparang atau dalam istilah lokalnya sebagai Gumi Selaparang.
Asal muasal Setidak-tidaknya ada tiga pendapat tentang asal muasal kerajaan Selaparang (Buku Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat, 2002).

Pertama,
disebutkan bahwa kerajaan ini merupakan proses kelanjutan dari kerajaan tertua di pulau Lombok, yaitu "Kerajaan Desa Lae" yang diperkirakan berkodudukan di Kecamatan Sambalia, Lombok Timur sekarang. Dalam perkembangannya masyarakat kerjaan ini berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan di Kecamatan Aikmel dan diduga berada di Desa Sembalun Sekarang.
Dan ketika Gunung Rinjani meletus, penduduk kerajaan ini terpencar-pencar yang menandai berakhirnya kerajaan. Betara Indra kemudian mendirikan kerajaan baru bernama Kerajaan Suwung, yang terletak di sebelah utara Perigi sekarang.Setelah berakhirnya kerajaan yang disebut terakhir, barulah kemudian muncul Kerajaan Lombok atau Kerajaan Selaparang.

Kedua,
disebutkan bahwa setelah Kerajaan Lombok dihancurkan oleh tentara Majapahit, Raden Maspahit melarikan diri ke dalam hutan dan sekembalinya tentara itu Raden Maspahit membangun kerajaan yang baru bernama Batu Parang yang kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Selaparang.

Ketiga,
disebutkan bahwa pada abad XII, terdapat satu kerajaan yang dikenal dengan nama kerajaan Perigi yang dibangun oleh sekelompok transmigran dari Jawa di bawah pimpinan Prabu Inopati dan sejak waktu itu pulau Lombok dikenal dengan sebutan Pulau Perigi. Ketika kerajaan Majapahit mengirimkan ekspedisinya ke Pulau Bali pada tahun 1443 yang diteruskan ke Pulau Lombok dan Dompu pada tahun 1357 dibawah pemerintahan Mpu Nala, ekspedisi ini menaklukkan Selaparang (Perigi?) dan Dompu.

Bahasa
nampi Dengan mengacu kepada ahli sejarah berkebangsaan Belanda, L. C. Van den Berg yang menyatakan bahwa, berkembangnya Bahasa Kawi sangat mempengaruhi terbentuknya alam pikiran agraris dan besarnya peranan kaum intelektual dalam rekayasa sosial politik di Nusantara.
Fathurrahman Zakaria (1998) menyebutkan bahwa para intelektual masyarakat Selaparang dan Pejanggik sangat mengetahui Bahasa Kawi. Bahkan kemudian dapat menciptakan sendiri aksara Sasak yang disebut sebagai jejawen. Dengan modal Bahasa Kawi yang dikuasainya, aksara Sasak dan Bahasa Sasak, maka para pujangganya banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi, atau menyalin manusia Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak.

Lontar-lontar dimaksud, antara lain Kotamgama, lapel Adam, Menak Berji, Rengganis, dan lain-lain. Bahkan para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran-ajaran sufi para walisongo, seperti lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Sidik Anak Yatim, dan sebagainya.

Dengan mengkaji lontar-lontar tersebut, menurut Fathurrahman Zakaria (1998) kita akan mengetahui prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam rekayasa sosial politik dan sosial budaya kerajaan dan masyarakatnya.

Dalam bidang sosial politik misalnya, Lontar Kotamgama lembar 6 lembar menggariskan sifat dan sikap seorang raja atau pemimpin, yakni Danta, Danti, Kusuma, dan Warsa. Danta artinya gading gajah; apabila dikeluarkan tidak mungkin dimasukkan lagi. Danti artinya ludah; apabila sudah dilontarkan ke tanah tidak mungkin dijilat lagi. Kusuma artinya kembang; tidak mungkin kembang itu mekar dua kali. Warsa artinya hujan; apabila telah jatuh ke bumi tidak mungkin naik kembali menjadi awan. Itulah sebabnya seorang raja atau pemimpin hendaknya tidak salah dalam perkataan.

Selain itu, dalam lontar-lontar yang ada diketahui bahwa istilah-istilah dan ungkapan yang syarat dengan ide dan makna telah dipergunakan dalam bidang politik dan hukum, misalnya kata hanut (menggunakan hak dan kewajiban), tapak (stabil), tindih (bertata krama), rit (tertib), jati (utama),tuhu (sungguh-sungguh), bakti (bakti, setia), atau terpi (teratur).

Dalam bidang ekonomi, seperti itiq (hemat), loma (dermawan), kencak (terampil), atau genem (rajin). Pariwisata Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan.

Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.

Sumber : http://kantorpde.blogspot.com

Jejak Tiga Budaya Di Kaki Gunung Rinjani

Bumi di kaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beberapa puluh keluarga yang tinggal di dalamnya menjadi bukti rekam jejak zaman perkembangan kebudayaan di pulau ini. Suku sasak, bayan, keluraga ini menyebut dirinya.

Sebuah versi menyebut, sekitar abad 14 ketika Kerajaan Majapahit di Tanah Jawa melebarkan ekspansi kekuasaan. Pulau lombok menjadi salah satu daerah kekuasaannya.

Kitab Negarakretagama yang memuat tetang kekuasaan dan pemerintahan Majapahit menjadi buktinya. Dalam kitab ini, Lombok dituliskan dengan Lombok Mirah Sasak Adi yang berarti kejujuran adalah permata kenytaan yang baik atau utama. Akibatnya, Hindu sebagai agama mayoritas di Kerajaan Majapahit juga menyebar di kawasan ini. Bahkan, cara berpakaian kerajaan-kerajaan di Jawa juga memengaruhi gaya suku ini.

Kejayaan Majapahit di pulau ini tidak berlangsung lama. Abad 16, Islam mulai masuk ke Tanah Lombok. Dibawa Sunan Giri, salah satu tokoh Walisongo dari Tanah Jawa. Tak hanya dari Walisongo, namun juga para pedagang dari Makasar. Tentu saja kebudayaan dan keyakinan Hindu pelan-pelan bergerak berganti dengan Islam.

Di abad 18, kebudayaan Lombok kembali menerima pengaruh dari luar. Kerajaan Gel-Gel Bali menaklukan Lombok. Dan Hindu Bali memengaruhi kehidupan kawasan ini.

15 Rabiul Awal 1433 hijriah jatuh di Desa Karang Bajo Bayan. Iini berarti Suku Sasak Bayan segera melaksanakan kewajiban adat. Maulid Adat atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan gong yang dianggap masyarakat sebagai benda keramat harus keluar untuk membuka tradisi.

Berbagai bahan makanan dikumpulkan. Bahkan, ada yang membawa hewan ternak untuk disembelih. Kerbau bukan sapi, tentu ini urusan toleransi. Sebab, sapi dianggap hewan suci bagi pemeluk Hindu. Momentum ini adalah saat yang ditunggu oleh beberapa warga yang ingin bersyukur karena harapannya terkabul. Sartinep, misalnya. Harapannya menjual tanah warisan telah terkabul.

Menoreh sembe yang terbuat dari sirih, pinang, dan kapur di kening tak lebih hanya penanda selamat datang. Agar seluruh prosesi ritual dapat berjalan lancar.

Masjid Tua Bayan. Sebuah bangunan tua yang dianggap sebagai tempat penting dalam prosesi ini. Cerita menyebut masjid ini dibangun bersamaan dengan datangnya Sunan Giri dari Jawa sekitar abad 16. Bahkan, mimbar dan bedug pun masih lengkap.

Meski berlantai tanah, siapapun yang masuk harus mencuci kaki terlebih dahulu sebagai wujud penyucian diri. Bahkan, kusen pintu dibuat pendek agar orang merendahkan diri saat memasuki masjid. Di luar masjid, lelaki-lelaki Sasak tangguh siap beradu nyali. Perisaian. Tarung dengan rotan dan tameng kulit kerbau.

Malam semakin larut, purnama kian memencarkan sinarnya. Rotan dan tameng terus ditawarkan pada para jagoan bernyali. Sebagian percaya gerakan dan pukulan pada tarung ini akan mengusir penyakit dari tubuh.

Ardi yang dari tadi menolak tawaran tiba-tiba berubah pikiran. Ia mengambil rotan dan tameng. Ardi begitu bangga, walau istri menerima keputusannya dengan ketakutan. Darah mulai mengucur. Ini pertanda rezeki juga akan menyertai hidupnya.

Lepas waktu Asar, masuk prosesi praja mulud dengan merias dua pasangan pengantin yang sejatinya diperankan oleh para lelaki. Rombongan membawa minyak blonyo, minyak yang dipercaya setelah didoakan di Masjid Tua Bayan akan membawa berkah pemakainya.

Gruga agung. Untuk masuk ke situ orang harus berwudu untuk menjaga kesucian tempat tersebut. Usai sudah semua prosesi Maulid Adat. Semua makanan yang sejak awal telah diolah dan didoakan, kini saatnya makan bersama.

sumber : liputan6.com

Kampung Adat Bayan Lombok Utara

Karakteristik manusia Indonesia yang seperti membentuk sistem kekeluargaan yang kental (familization). Proses alamiah manusia Indonesia dari genetika membuahkan gerakan ekonomi, politik, budaya, dan sistem spiritual. Dalam beberapa contoh masyarakat Indonesia kuna dalam proses ekonomi yaitu domistifikasi logistik. Domestifikasi logistik yaitu adanya pembagian tugas dalam keluarga untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Dalam aspek spiritual, timbulnya sistem kepercayaan kepada "Sang Hyang" (Sang Pencipta, Sang Pemelihara, dll). Kepercayaan Animisme dan Dinamisme yang ada dalam pribadi manusia Indonesia ini. Kepercayaan kepada leluhur yang telah memberikan keberkahan hidup melalui mitologi-mitologi (foklor) dan hal ini ketika diaplikasikan dalam tatanan sosial, akan sistem kekeluargaan yang kental.
Sistem kekeluargaan yang kental dalam daerah atau tempat ini disebut dengan desa. Desa adalah  istilah untuk desa di Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Di wilayah lain Kepulauan Indonesia berbagai nama berbeda dipakai; gampong, kampong, kuta, nagari, dst. Kampong atau gampong  dipakai oleh orang Eropa di Indonesia untuk menunjuk pada permukiman Indonesia dimanapun. Artinya, sebuah sistem masyarakat di Indonesia berdasar pada genetika keluarga, sehingga tumbuh menjadi wilayah yang disebut perkampungan.
Sistem kekeluargaan (familization), membentuk suatu sistem nilai yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Seperti di kampung adat lombok yang memiliki sistem nilai dan penyatuan antara agama dan budaya. Antara Islam dan budaya Sasak, dan antara Hindu dengan budaya Sasak. Menariknya, dalam singkretisme agama dan budaya saling mengajarkan kebaikan.
Sejarah singkat kampung Karang Bajo adalah masyarakat yang berprofesi sebagai pelaut ulung dan penggarap pertanian. Nah, nama Karang Bajo itu memiliki filosofi sendiri. Karang yang berarti kuat, tegar, tangguh. Dan Bajo berasal dari nama seorang leluhur mereka. Yang sangat hebat dalam melaut, dan hebat juga dalam bercocok tanam. Kemudian kampung Karang Bajo adalah nama wilayah keturunan dari Bajo.
Pada awalnya, Suku Bajo memeluk kepercayaan animisme dan agama Hindu. Namun seiring ajaran agama Islam masuk yang dibawa oleh Sunan Prapen (cucu Sunan Giri), banyak masyarakat Bajo berpindah agama. Kerajaan Anak Agung Gedhe Agung yang menganut agama Hindu yang ketika itu berkuasa di pulau Lombok merasa eksistensinya terganggu, takut apabila banyak masyarakat Bajo memeluk Islam yang nantinya bisa dan mampu menggulingkan kekuasaan kerajaan.
Filsafat kehidupan suku Bajo di Bayan menilai antara kebudayaan dan Agama Islam mempunyai korelasi inklusif. Tidak adanya perbedaan, antara kebudayaan dan Agama Islam, semua itu disingkronisasi oleh peradaban.Kebudayaan merupakan keseluruhan dari hasil budidaya manusia baik cipta, karsa dan rasa. Kebudayaan berwujud gagasan/ide, perilaku/ aktivitas dan benda-benda. Sedangkan peradaban adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah dan maju.
Masyarakat  suku Bajo Bayan memiliki filosofi yang sering disebut dengan  Wetu Telu. Makna dari kata Wetu adalah Keluar, sedangkan Telu adalah Tiga. Jadi Wetu Telu adalah Keluarnya tiga Filosofi kehidupan suku Bajo, yaitu Beranak (diperuntukkan manusia, dan hewan mamalia), Bertelur (diperuntukkan unggas dan ikan) dan Tumbuh (diperuntukkan tumbuh-tumbuhan).
Wetu Telu juga mempunyai tiga fase dari kehidupan makhluk hidup, yaitu fase pertama kelahiran, fase kedua adalah kehidupan, fase ketiga adalah kematian. Ketiga fase ini memiliki pola hubungan yang sama, dan setiap individu manusia memiliki perbedaan dinamika kehidupan yang berbeda. Khususnya manusia yang diberikan akal dan pikiran oleh Allah SWT akan mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukannya selama hidup Dari ketiga makna ini mempunyai arti bahwa manusia merupakan satu kesatuan dari alam, yang tersirat dari  filsafat kosmologi kehidupan dan budaya.
Dalam sistem birokrasi suku Bajo bukanlah merupakan kerajaan, tetapi merupakan sebuah sistem kedatukan. Inilah yang diungkapkan oleh Kiayi Santri yang bernama Kasianom. Jadi setiap orang boleh menjadi Amaq Lokaq ( pemimpin adat) bisa keturunan Amaq Lokaq yang pernah memimpin, jikalau Amaq Lokaq yang sebelumnya tidak memiliki anak laki-laki atau adik laki-laki atau garis keturuanannya berjenis kelamin laki-laki, maka para pemirintah adat melakukan gundem (musyawarah) untuk memilih calon Amaq Lokaq yang baru, begitupula dengan pemerintahan adat yang lainnya
Seperti halnya masyarakat Jawa, suku Bajo juga mengenal adanya dewi padi. Jika orang Jawa mengenal Dewi Sri sebagai dewi kesuburan (dewi padi), maka orang Bajo mengenal dewi padi dengan sebutan Inak Sariti. Suku bajo hanya menanam  varietas padi lokal dari golongan padi bulu. Hal ini dikarenakan varietas padi ini adalah varietas padi yang pertama kali ditanam di bangkat,  sawah orang Bayan pertama kali. Selain itu, masyarakat percaya bahwa jika tidak menaman padi bulu, maka panen berikutnya akan gagal. Masyarakat setempat juga lebih menyukai varietas ini dikarenakan  varietas padi ini menghasilkan nasi yang lebih pulen dan lebih enak.
Tradisi bertani di desa ini merupakan sebuah gambaran akan pentingnya menghargai makna dan nilai-nilai positif yang terkandung, untuk selalu dijaga dan dihormati tanpa berlebihan. Masyarakat desa hidup dan masih berpegang teguh pada aturan adat yang mengatur segala bentuk hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia maupun dengan makhluk yang lain serta lingkungan sekitar. Dan disisi lainnya sangat menghargai dan menjunjung tinggi atas nilai kehidupan. Demikianlah kearifan lokal yang dimiliki kampung adat Sasak. Sebagian kecil kearifan ini dapat kita refleksikan sebagai bentuk kekuatan bangsa kita.

sumber : http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&jd=Kampung+Adat+Bayan+Lombok+Utara&dn=20120317225716

Sabtu, 07 April 2012

My Manchester United

"MANCHESTER UNITED"
Julukan : THE RED DEVILS
Stadion : OLD TRAFFORD (Kapasitas 76.212)
Berdiri : 1878 dgn Nama "NEWTON HEATH L&YR FC". Berganti mnjd "MANCHESTER UNITED" pd Tgl 26 April
1902.
Pendiri : Serikat Pekerja Depot K.A LANCASHIRE and YORKSHIRE RAILWAY
Pemilik : MALCOLM GLAZER
Ketua : JOEL & AVRAM GLAZER
Direktur : DAVID GILL
Manager : SIR ALEX FERGUSON
Kehilangan Banyak Pemain Berbakat pd Kecelakaan Pesawat di Muenchen pd tgl 6 Februari 1958.
10 thn kmdian bangkit kembali dibwh asuhan Sir MATT BUSBY WAY yg dikenal dgn Era BUSBY BABES.
Prestasi :
- 1 kali Juara Piala Winners
(1990/91)
- 1 kali Juara Piala Super Eropa
(1990/91)
- 2 kali Juara Divisi II Lama
(1935/36),(1974/75)
- 2 kali Juara Piala Dunia antar Klub FIFA
(1999,2008)
- 3 kali Juara Piala Eropa/Liga Champion
(1967/68),(1998/99),(2007/08)
- 4 kali Juara Piala Liga
(1991/92),(2005/06),(2008/09),(2009/10)
- 11 kali Juara Piala FA
(1908/09),(1947/48),(1962/63),(1976/77),(1982/83),(1984/85),(1989/90),(1993/94),(1995/96),
(1998/99),(2003/04)
- 18 kali Juara Community Shield
(1908,1911,1952,1956,1957,1965,1967,1977,1983,1990,1993,1994,1996,1997,2003,2007,2008,2010)
- 19 kali Juara Premier League + Divisi I Lama
(1907/08),(1910/11),(1951/52),(1955/56),(1956/57),(1964/65),(1966/67),(1992/93),(1993/94),
(1995/96),(1996/97),(1998/99),(1999/00),(2000/01),(2002/03),(2006/07),(2007/08),(2008/09),<2010/2011>

Senin, 05 Maret 2012

Pulau Lombok Dan Suku Sasak

1.    Senjata khas lombok
a.       Kelewang
Kini gilir tampil pedang khas tentara khusus kerajaan Lombok era bahula. Kisaran tahun penciptaan berkisar rentang 1700 – 1800 Masehi. Sebagaimana diungkap dalam buku “Keris Lombok” karangan Bapak Ir. Lalu Djelenga. Masyarakat umum di Lombok lebih sering menyebut Klewang. Julukan yang hampir sama bagi semua jenis pedang. Pasukan tentara kerap menyandang di bagian tubuh-punggung belakang. Bentuk bilah besi terhunus dengan lengkungan khas. Ujung mata pedang meruncing pada sisi bilah bagian yang tajam. Pamor pada pangkal bilah sangat kontras dengan tera motif yang kian tampil cantik. Terutama pada bagian tengah bilah hingga ujung. Rentang panjang bilah capai 50 cm.
Warangka terbuat dari kayu hitam. Tidak lazim seperti umumnya bahan warangka keris khas Lombok, bersanding kayu Berora Pelet. Sedikit memberi kesan tegas dan garang. Namun masih bernuansa estetis dengan tambahan asesoris, segmen bungkus lempeng perak dan kuningan. Ukiran motif minimalis hanya terdapat pada bagian hulu warangka.
Bagian handel. Terbuat dari bahan tanduk yang di-ukir dengan motif khas Lombok. Diperindah lagi dengan pembungkus berbahan perak. Sedikit lebih tebal dibanding lempengan pada warangka. Dibuat hingga menutup dataran pangkal tancap bilah. Berfungsi lingkar selut.

b.      Pemaje
Pemaje bukan kategori senjata tajam. Sekedar sebagai alat pendukung keperluan rutinitas harian. Bukan fungsi tikam layaknya keris maupun belati khas tradisional lainnya. Tapi keberadaan-nya sebagai benda etnografi khas Lombok turut mewarnai khazanah ikonik budaya. Seperti pernyataan tidak resmi, referensi artikel di salah satu media. Ungkap seorang tokoh lokal menyebut dengan kelakar ringan. Pemaje adalah sekedar alat cungkil 'duri' yang menyusup di jari kaki. Pada pelaksanaan upacara adat sasak, kadang pemaje juga tampil sebagai asesoris wajib sandang. Cuma tidak seperti penempatan keris yang disematkan pada pinggang belakang. Pemaje kerap di sisipkan pada posisi depan perut. Rada miring terselip di ikat pinggang depan kain busana adat. Bisa ber-bilah tunggal maupun ganda (dual bahkan triple) dalam satu penampilan cover warangka. Secara umum tipe hulu model kecil, kurus-lurus. Lancip tumpul pada ujung hulu. Melebih ukuran satu genggam telapak. Bilah hanya pada salah satu asah miring tajam, sementara penampang sisi bilah lain sengaja dibikin datar. Antara bilah dan hulu terpasang semacam selut, pembungkus pangkal hulu. Warangka bisa terbuat dari berbagai pilihan bahan kayu, juga tanduk. Bisa polos maupun bermotif ukir. Khusus kayu, jenis khas yang dipakai hulu kerap pakai Berora Pelet. Temuan lain biasanya kayu Kemuning. Hal yang tidak "lumrah" sebenarnya. Namun sisi strata tampilan, kemuning cukup bagus sebagai penambah aura estetis. Terlebih berhias pendok material logam. Kian percantik performa. Berikut ada beberapa paritas contoh pemaje yang sempat terdokumentasi-kan.

2.    Rumah adat khas Lombok
Salah satu bentuk dari bukti kebudayaan Sasak adalah bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah bukan sekadar tempat hunian yang multifungsi, melainkan juga punya nilai estetika dan pesan-pesan filosofi bagi penghuninya, baik arsitektur maupun tata ruangnya. Rumah adat Sasak pada bagian atapnya berbentuk seperti gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5-2 meter dari permukaan tanah. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu berukuran kecil dan tidak ada jendelanya. Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan bale (ruang induk) yang meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem berupa tempat menyimpan harta benda, ruang ibu melahirkan sekaligus ruang disemayamkannya jenazah sebelum dimakamkan.
Ruangan bale dalem dilengkapi amben, dapur, dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya) terbuat dari bambu ukuran 2 x 2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Selain itu ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan sistem geser. Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau atau kuda, getah, dan abu jerami. Undak-undak (tangga), digunakan sebagai penghubung antara bale luar dan bale dalem.
3.   Tarian Khas Lombok
a.      Gendang Beleq
Gendang Beleq adalah salah satu diantara beragamnya seni budaya tradisional lombok dalam bentuk seni kreatif dengan musik dan tari tradisional yang menggunakan alat –alat musik pentatonic tradisional lombok yang berupa gendang besar dan seperangkat alat musik pukul, seni musik dan tari tradisional .
Gendang Beleq pada awalnya adalah merupakan jenis ritual yang di gunakan untuk mengantar para prajurit yang akan pergi ke medan laga. Seiring dengan bergulirnya waktu dan pergantian generasi , maka fungsi tersebut bergerak dinamis. Sehingga saat ini tampilannya digunakan untuk penyambutan para tamu dan kelengkapan upacara / acara- acara budaya adat sasak.
b.      PERESEAN
Masyarakat komunitas Sasak memiliki banyak macam seni, ada seni pertunjukan tertutup, terbuka, teater kolosal dan Drama tradisional, disamping itu, ada pula yang tidak kalah menariknya yaitu Peresean, seni peresean ini menunjukkan ketangkasan, kedigdadayaan seorang pepadu / jawara, kesenian ini dilatar belakangi oleh pelampiasan rasa emosional para Raja dimasa lampau ketika menerima mendapat kemenangan dalam perang tanding melawan musuh-musuh Kerajaan, disamping itu para pepadu (pemain /pelaku ) pada peresean ini mereka mengji ketangkasan,ketangguhan dan kedigdayaan ( kepawaian) dalam bertanding.
Adapun alat yang dipakai dalam Peresean ini antara lain sebagai berikut : Masing-masing pepadu/pemain yang akan bertanding membawa sebuah periai (ende) dipegang dengan tangan sebelah, dan disebelah lagi memegang alat pukul yang terbuat dari sebilah rotan, dalam pertanding ini dipimpin oleh seorang wasit ( Pekembar ), pekembar ini ada dua macam. Ada pekembar sedi / pinggir ini akan menanding pasangan bertarung, sedangkan pekembar tengaq akan memimpin pertandingan, pada umumnya para pepadu yang bertarung oleh pekembar mempunyai awiq-awig dengan menggunakan sistem ronde atau tarungan, masing-masing pasangan bertarung selama lima ronde, yang akhir ronde / tarungan tersebut ditandai dengan suara pluit yang ditiup oleh pekembar tengaq ( yang memimpin pertandingan ).
c.       Tarian Tradisioanal Sasak Oncer

Kata Oncer berasal dari kata “Ngoncer” yang artinya berenang. Tari ini dinamakan demikian karena gerakan pokok tarian ini diambil dari gerakan ikan sepat yang berenang.
Dalam bahasa Sasak disebut pepait ngoncer (ikan sepat berenang). Tari oncer sangat erat hubungannya dengan gamelan Gendang Beleq. Gendang Beleq dipukul sambil menari dengan gerakan yang khas. Gamelan Gendang Beleq banyak terdapat di Pulau Lombok. Gamelan Gendang Beleq pada zaman dahulu dipergunakan dalam peperangan oleh raja-raja di Lombok, untuk memberikan semangat bagi prajurit-prajuritnya da lam pertempuran. Bilamana pertempuran sudah selesai, Gendang Beleq dipukul sambil menari dan men jadi hiburan bagi para prajurit. Tarian itulah yang disebut oncer
Tari oncer adalah ciptaan Lain Muhammad Tahir dari desa Puyung Lombok Tengah pada tahun 1960. Tarian Oncer ciptaan Lalu Muhammad Tahir ini merupakan tarian bersama yang terdiri atas tiga kelompok, yaitu enam atau delapan orang pembawa kenceng disebut penari kenceng, dua orang pembawa gendang disebut penari gendang, dan sate orang pembawa petuk disebut penari petuk. Masing-masing kelompok membawakan gerakannya sendiri-sendiri
4.   Bahasa Adat Pulau Lombok
Bahasa Sasak dipakai oleh masyarakat Pulau Lombok, propinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana bahasa Bali dan bahasa Jawa. Bahasa Sasak serumpun dengan bahasa Sumbawa.
Bahasa Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di kawasan Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh para penutur Sasak lainnya. Sebagai contoh, kawasan antar rukun warga (RW) yang hanya berjarak 500 meter sudah memiliki dialek yang sangat berbeda.
5.   Kerajinan Tembikar
Salah satu kerajinan yang berasal dari LOmbok (sasak) adalah " Tembikar".
Kerajinan yang terbuat dari tanah ini dapat menghasilkan berbagai model dan bentuk yang indah dan cantik. Ada tiga daerah yang menjadi pusat pembuatan tembikar di LOmbok,di antaranya adalah " banyumulek,masbagik timur dan penujak.
6.   Kerajinan Tenun
Selain karena keindahannya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), juga terkenal karena produksi kain tenunnya. Seperti di Desa Sukarara, Lombok Tengah, di tempat ini kain tenun masih diproduksi secara manual kain tenun atau dikenal dengan kain songket adalah ciri khas dari Pulau Lombok. Kain songket merupakan kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsi, terkadang juga ada yang dihiasi dengan manik-manik, kerang atau uang logam. Sekarang ini pusat pengrajin kain songket adalah desa Sukarara, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Lokasinya terletak 25 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Desa ini sangat menarik untuk dikunjungi karena kegiatan sehari-hari masyarakat di desa ini telah menenun. Ciri khas tenunan dari desa Sukarara ini adalah tenunan memakai benang emas, desa ini telah dikenal menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh para tamu nusantara maupun mancanegara.
7.   Alat transportasi Pulau Lombok
Cidomo atau kadang disebut Cimodok adalah alat transportasi tenaga kuda khas pulau Lombok, secara fisik kendaraan ini mirip dengan delman atau andong yang terdapat di pulau Jawa Perbedaan utamanya dengan delman atau andong adalah alih-alih menggunakan roda kayu, cidomo menggunakan roda mobil bekas sebagai rodanya. Sampai saat ini alat transportasi ini masih menjadi sarana utama transportasi terutama pada daerah-daerah yang tidak dijangkau oleh angkutan publik dan daerah-daerah sentra ekonomi rakyat seperti pasar.
Cidomo merupakan singkatan dari cikar, dokar, dan mobil (Montor dalam bahasa Sasak). Asal-muasal cidomo sendiri kurang tau persis sejak kapan ada di pulau lombok, Kendaraan ini bermula dari alat transportasi tradisonal yang bernama Cikar atau biasa diketahui sebagai kendaraan tradisonal yang ditarik oleh kudakan tapi di khusus kan untuk mengangkut barang bukan penumpang.
Dokar sendiri merupakan alat transportasi tradisonal yang ditarik oleh kuda tetapi di khususkan digunakan untuk mengangkut penumpang. Dokar banyak juga ditemukan dibeberapa daerah di indonesi nama lain dari dokar di beberapa daerah adalah Delman.
Tapi yang membuat Cidomo ini begitu unik adalah karna penggunaaan Ban Mobil sebagai Roda, seperti yang kita ketahui delman atau dokar menggunakan roda dari bahan kayu. Pada zaman dulu juga dokar yang ada di pulau lombok menggunakan roda dari kayu yang didisain khusus sesuai dengan kondisi dokar tersebut.
8.    Suku Lombok
Suku Sasak adalah suku bangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, namun hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktek ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama "sasak Boda".

9.    Merarik : Upacara Pernikahan Khas Sasak, Nusa Tenggara Barat

Membicarakan pernikahan Sasak, tidak bisa tidak membicarakan merarik, yaitu melarikan anak gadis untuk dijadikan istri. Merarik sebagai ritual memulai perkawinan merupakan fenomena yang sangat unik, dan mungkin hanya dapat ditemui di masyarakat Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Begitu mendarah dagingnya tradisi ini dalam masyarakat, sehingga apabila ada orang yang ingin mengetahui status pernikahan seseorang, orang tersebut cukup bertanya apakah yang bersangkutan telah merarik atau belum. Tulisan Bartholomen di atas secara jelas menunjukkan bahwa merarik merupakan hal yang sangat penting dalam perkawinan Sasak. Bahkan, meminta anak perempuan secara langsung kepada ayahnya untuk dinikahi tidak ada bedanya dengan meminta seekor ayam. Tradisi khas Sasak Lombok yang juga ditampilkan dalam pawai budaya adalah Nyongkolan. Merupakan prosesi yang dilakukan oleh sepasang pengantin usai upacara perkawinan. Dengan mengenakan busana adat yang khas, pengantin dan keluarga yang ditemani oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat atau pemuka adat beserta sanak saudara, berjalan keliling desa. Tradisi ini juga merupakan sebuah bentuk “pengumuman” bahwa pasangan tersebut sudah resmi menikah. Hingga saat ini, Nyongkolan masih tetap berlangsung dan kerap menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan di Mataram dan sekitarnya.

10.     LAGU KHAS DAERAH LOMBOK

Suku Sasak, yang mendiami Pulau lombok hanya memiliki sedikit lagu daerah yang benar benar asli alias tradisional. Lagu daerah sasak yang kini banyak dijumpai dan didengarkan di rumah rumah Masyarakat Lombok, telah banyak mengalami evolusi, mulai dari lirik dan musik pengiringnya.  Dulu, kecimol; yang merupakan kombinasi gendang beleq, organ dan suara seruling , pernah sangat populer di masyarakat Sasak walau kesan para pendengar langsung berubah dari menyaksikan pertunjukan musik tradisional menjadi pertunjukan Musik Daerah yang didangdutkan, belum lagi kalau mendengarkan lagu penyanyinya yang mengambil lagu dangdut popular. Sebelum Kecimol, ada cilokaq. Lain dengan kecimol, cilokaq berusaha mempertahankan ketradisionalan musiknya, walau lagu yang diiringi (yang masih berbahasa sasak) merupakan ciptaan musisi sekarang. Saya pribadi lebih menganggap Musik Tradisional Lombok adalah cilokaq dari pada kecimol. Walau, yang benar benar asli masih ada seperti lagu Kadal Nongak, tapi sudah sangat sulit untuk menemukan rekaman lagu tersebut. Di Komunitas Sasak sendiri, ada lagu yang menjadi semacam lagu wajib dan sering didengarkan terutama ketika berada diluar lombok, salah seorang dari mereka yang kini tinggal di Belanda bahkan bilang ke saya bahwa setiap dua hari sekali beliau selalu memutar ulang lagu tersebut. Ada yang air matanya selalu keluar ketika mendenagrkannya, adaa juga yang merasa terpanggil untuk segera kembali ke Lombok.