Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2012

Semua Sirna (Puisi Ku)


Cukup sudah kau sakiti aku
Cukup sudah kau bohongi aku
Aku muak dengan semua tingkahmu
Aku lelah dengan semua egomu
Kini tiada lagi cinta untukmu
Tiada lagi saying untukmu
Tiada lagi maaf bagimu
Dantuada lagi kesempatan untukmu
Semua telah musnah oleh dusta
Semua hancur oleh penghianatan
Semua lenyap oleh kemunafikan
Semua sirna oleh keangkuhan.
Semua tak akan pernah kembali
Semua tak akan pernah terulang
Semua cintaku telah mati 
Semua sayangku telah hilang

Sebuah Penantian (Puisi Ku)


semua daya telah ku lakukan untukmu . . .
agar kau tau betapa merindunya aku . . .
namun kau tak pernah bias mengerti . . .
itu adalah masa laluku dan kini ingin ku lalui masa depanku hanya dengan mu . . .
sampai kapan ku harus menunggu...
sampai kapan ku harus menanti...
hidup dengan ketidak pastian...
tak sanggup lagi ku tahan gejolak ini...
sampai kapan kau akan berada di balik bayangannya...
sampai kapan kau akan memikirkan perasaan orang lain...
sampai kapan kau abaikan perasaan  mu, perasaan ku,dan perasaan kita...
dan sampai kapan pula kau akan bertahan dengan keadaan seperti ini kini ku tak sanggup lagi...
hubungan tanpa setatus = menyakitkan ku

Rindu (Puisi Ku)


Cinta ……..
Mungkinkah engkau tahu ?
Betapa rindu hati ini ingin berjumpa.
Betapa raga ini tak sabar ingin berjumpa.
Cinta . . . . . . .
Apakah sama yang ku rasakan saat ini ?
Apakah di sana dirimu merindukanku ?
Apakah kau masih mengingatku ?
Meskipun raga ini terlihat tegar
Namun hati ini menangis merindukanmu
Namun jiwa ini teratih menunggumu
Oh cinta… aku sangat merindukanmu
Wahai burung elang . . .
Kuingin kau terbang  ke pangkuannya
Dan sampaikan padanya betapa aku merindukannya
Dan sampaikan pula bahwa aku selalu menunggunya
Wahai peri mimpi . . .
Bawalah aku ke dalam mimpinya
Kan kupeluk, kubelai, dan kucium dirinya
Meskipun semuanya hanya dalam mimpi
Semakin hari diri ini semakin tak kuasa
menahan rindu yang bergejolak di hati
menahan cinta yang memberontak di jiwa
menahan sayang yang terkurung batin ini

Pupus (Puisi Ku)


Bagai terhempas gelombang tsunami
Bagai tersapu angin tornado
Bagai terhisap lubang hitam
Bagai tersibat pedang samurai
Semua hancur tak berbentuk
Semua sirna tak berbekas
Semua lenyap tak bersisa
Semua musnah tak terbendung
Kasih yang ku harap ternyata tak pernah sampai
Cinta yang ku impikan ternyata tak pernah terbalas
Sayang yang ku jaga ternyata tak pernah ada
Rindu yang ku pendam ternyata tak pernah berarti
Kini tak ada lagi yang dapat ku perbuat
Semua harapanku telah musnah
Inspirasiku tak dapat lagi terbentuk 
Karena cintaku bertepuk sebelah tangan

Puing-Puing CintaKu (Puisi Ku)


 
Sepenggal kisah cinta dalama hidupku
Kuni seakan tak berarti sudah
Runtuh menjadi puing-puing kecil yang rapuh
Seiring waktu Tertimbun pasir dan tanah
Tlah ku coba gali dank u tata kembali
Ingin ku susun menjadi sebuah piramida cinta terindah.
Namun mengapa kau rubuhka kembali semuanya.
Kau hancurkan menjadi serpihan puing yang lebih kecil.
Sehingga semakin sulit aku untuk mencarinya.
Masih adakah secercah cahaya cinta dihatimu.
Yang masih bias ku ambil tuk terangi kisah ini.
Ataukah cahaya itu telah berubah mejadi api kebencina terhadapku.
Sakit memang sakit, perih memang sungguh perih dengan semua keyataan ini.
Harapan mungkin hanya tinggal harapan.
Tak ada lagi kesempatan tuk ku mengulang kembali masa indah itu.
Semua musnah karena khilaf ku.
Semua penyesalan dan maaf ku seakan tak berguna lagi di mata mu.
Apa lagi yang harus ku lakukan agar kau tau betapa mencintanya aku padamu.
Jawab aku dan berikan aku jalan kembali ke pelukanmu.
Jangan kua diam membisu yang kan menambah pelik derita ku ini.
Tuhan ku mohon buka lah kembali pintu hatinya untuk ku.
Agar dapat ku bangun kembali istana cinta yang kemarin luluh lantak.
sungguh aku tak akan pernah berarti apaun tanpa dirimu kasih.