Jumat, 04 Mei 2012

Pemeriksaan Fisik Pada Ekstremitas

  1.         Ekstermitas
           1.1 Ekstermitas atas

 
• Inspeksi : bagaimana pergerakan tangan,dan kekuatan otot
• Palpasi : apakah ada nyeri tekan,massa/benjolan
   Motorik : untuk mengamati besar dan bentuk otot,melakukan pemeriksaan
   tonus kekuatan otot,dan tes keseimbangan.
• Reflex : memulai reflex fisiologi seperti biceps dan triceps
• Sensorik : apakah klien dapat membedakan nyeri, sentuhan,temperature,ra
   sa ,gerak dan tekanan.

1.2. Ekstermitas bawah

• Inspeksi : bagaimana pergerakan kaki,dan kekuatan otot
• Palpasi : apakah ada nyeri tekan,massa/benjolan
• Motorik : untuk mengamati besar dan bentuk otot,melakukan pemeriksaan
   tonus kekuatan otot,dan tes keseimbangan.
• Reflex : memulai reflex fisiologi seperti biceps dan triceps
• Sensorik : apakah klien dapat membedakan nyeri, sentuhan,temperature,ra
   sa ,gerak dan tekanan.

          2.         Pemeriksaan Refleks
Repleks biasanya tidak terlalu singkat terjadinya pada klien yang lebih dewasa. Respon repleks pada ekstremitas bawah berkurang sebelum ekstremitas-ekstremitas atas terpengaruh (Seidel et al., 1991).
Menimbulkan reaksi repleks memungkinkan perawat untuk mengkaji integritas jalur-jalur sensori dan gerak dari lengkung repleks dan segmen batang spinal spesifik. Pengujian refleks tidak berarti menentukan pungsi saraf pusat.
Saat otot dan tendon di regangkan selama pengujian refleks, implus-implus saraf merambat sepanjang jalur saraf aferen ke bagian dorsal segmen batang spinal. Implus-implus bergerak ke saraf motor eferen dalam batang spinal. Kemudian sebuah saraf motor mengirim implus kembali ke otot dan menyebabkan respon refleks terjadi.

2.1.  Pemeriksaan Refleks Otot Biseps
1.      Posisi pasien tidur terlentang dan siku kanan yang akan diperiksa, diletakan diatas perut dalam posisi fleksi 60 derajat dan  rileks.
2.      Pemeriksa berdiri dan menghadap pada sisi kanan pasien.
3.      Carilah tendon biseps dengan meraba fossa kubiti, maka akan teraba keras bila siku difleksikan.
4.      Letakan jari telunjuk kiri pemeriksa diatas tendon otot biseps.
5.      Ayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan, diatas jari telunjuk kiri pemeriksa.
6.      Terlihat gerakan fleksi pada siku akibat kontraksi otot biseps dan terasa tarikan tendon otot biseps dibawah telunjuk pemeriksa.

2.2. Pemeriksaan Refleks Otot Triseps
1.      Posisi pasien tidur terlentang.
2.      Bila siku tangan kanan yang akan diperiksa, maka diletakan diatas perut dalam posisi fleksi 90 derajat dan rileks.
3.      Pemeriksa berdiri pada sisi kanan pasien.
4.      Carilah tendon triseps 5 cm diatas siku ( proksimal ujung olecranon ).
5.      Letakan jari telunjuk kiri pemeriksa diatas tendon otot  triseps.
6.       Ayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan diatas jari telunjuk kiri pemeriksa.
7.      Terlihat gerakan ektensi pada siku akibat kontraksi otot triseps dan terasa tarikan tendon otot triseps dibawah telunjuk pemeriksa.
2.3. Pemeriksaan Refleks Tendon Patela
1.      Posisi pasien tidur terlentang atau duduk.
2.      Pemeriksa berdiri  pada sisi kanan pasien.
3.      Bila posisi pasien tidur terlentang, lutut pasien fleksi 60 derajat dan bila duduk lutut fleksi 90 derajat.
4.      Tangan kiri pemeriksa menahan pada fossa poplitea.
5.      Carilah 2 cekungan pada lutut dibawah patela inferolateral/ inferomedial, diantara 2 cekungan tersebut terdapat tendon patela yang terasa keras dan tegang.
6.      Ayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan diatas tendon patella.
7.      Terlihat gerakan ektensi pada lutut akibat kontraksi otot quadriseps femoris.

2.4. Pemeriksaan Refleks Tendon Achiles
1.      Pasien tidur terlentang atau duduk.
2.      Bila pasien tidur terlentang pemeriksa berdiri dan bila pasien duduk pemeriksa jongkok disisi kiri pasien.
3.      Bila pasien tidur terlentang lutut fleksi 90 derajat dan disilangkan diatas kaki berlawanan, bila pasien duduk kaki menggelantung bebas.
4.      Pergelangan kaki dorsofleksikan dan tangan kiri pemeriksa memegang/ menahan kaki pasien.
5.      Carilah tendon achiles diantara 2 cekungan pada tumit yang terasa keras dan makin tegang bila posisi kaki dorsofleksi.
6.      Ayunkan reflek hammer diatas tendon achiles.
7.      Terasa gerakan plantar fleksi kaki yang mendorong tangan kiri pemeriksa dan tampak kontraksi otot gastrocnemius

0 komentar:

Poskan Komentar