Jumat, 04 Mei 2012

Asuhan Keperawatan Oral Hygiene


  1. PENGKAJIAN
1.      Pengkajian Fisik
Mengkaji bibir, gigi, mulkosa buccal, gusi, langit-langit, dan lidah klien. Perawat memeriksa semua daerah ini dengan hati-hati tentang warna, hidrasi, tekstur, luka, karies gigi, kehilangan gigi, dan halitosis (bau napas yang menusuk). Klien yang tidak mengikuti praktik hygiene mulut yang teratur akan mengalami penurunan jaringan gusi, gusi yang meradang, gigi yang hitam (khususnya sepanjang margin gusi), karies gigi, dan halitosis. Rasa sakit yang dihalokalisasi adalah gejala umum dari penyakit gusi atau gangguan gigi tertentu.
Infeksi pada mulut melibatkan organisme seperti Treponema pallidum, Neissera gonorrhoeae, dan hominis virus herpes. Jika klien hendak memperoleh radiasi atau kemoterapi, sangat penting mengumpulkan data dasar mengenai keadaan rongga mulut klien. Hal ini berfungsi sebagai dasar untuk perawatan preventif bagi klien saat mereka melewati pengobatan.
2.      Perubahan Perkembangan
Sepanjang masa hidup seseorang, perubahan fisiologi mempengaruhi kondisi dan penampilan struktur dalam rongga mulut. Anak dapat terjadi karies gigi pada gigi susu karena pola makan atau kurangnya perawatan gigi. Gigi remaja adalah permanen dan memerlukan perhatian teratur untuk diet dan perwatan gigi serta mencegah masalah-masalah pada tahun-tahun berikutnya. Pada saat orang bertambah tua, praktik hygiene mulut berubah untuk mempengaruhi gigi dan mukos lebih lanjut.
Usia yang berhubungan dengan perubahan di dalam mulut, dikombinasi dengan penyakit kronis, ketidakmampuan fisik, dan medikasi yang diresepkan memiliki efek samping pada mulut, menyebabkan perawatan.  Efek pada ketidakcukupan perawatan meliputi karies dan kehilangan gigi,
2
penyakit periodontal, permulaan infeksi sistemik, dan efek jangka panjang pada harga diri, kemampuan untuk makan, dan pemeliharaan hubungan. Pengkajian tingkat perkembangan klien membantu dalam menentukan tipe masalah higienis yang diharapkan.
3.      Pola Makan
Pengkajian pola makan klien dilakukan untuk mendeteksi keberadaan iritasi local pada gusi atau struktur mukosa. Bertanya pada klien jika ada masalah tertentu dalam mengunyah, kecocokan gigi palsu, atau menelan. Adanya bisul atau iritasi mengganggu pengunyahan dan menyebabkan klien menghindar untuk makan. Hal ini tidak umum pada klien lansia dengan gigi palsu yang kurang pas.
4.      Pilihan dan Praktik Higienis
Penting bahwa perawat mengkaji praktik higiene mulut klien untuk mengidentifikasi kesalahn dalam teknik, defisiensipada tipe-tipe praktik, dan tingkat pengetahuan klien tentang perawatan gigi. Pertanyaan yang menolong sebagai berikut :
a.       Frekuensi menggosok gigi.
b.      Pasta gigi dan jenis bahan pembersih gigi yang digunakan.
c.       Gigi palsu (kapan dan bagaimana cara membersihkannya).
d.      Penggunaan obat kumur atau sediaan gliserin-lemon.
e.       Penggunaan flossing untuk gigi (seberapa sering).
f.       Kunjungan terakhir ke dokter gigi dan hasilnya.
g.      Seberapa sering ke dokter gigi.
h.      Air yang diminum mengandung fluoride atau tidak.
i.        Penutup gigi.
5.      Faktor Risiko untuk Masalah Higiene Mulut
Klien tertentu berisiko untuk masalah mulut karena kurang pengetahuan tentang hygiene oral, ketidakmampuan melakukan perawatan mulut, atau perubahan integritas gigi dan mukosa akibat penyakit atau pengobatan.
3
6.      Masalah Umum Mulut
Hal ini membantu perawat untuk mengenal maslah umum pada mulut. Setiap masalah menunjukkan tanda dan gejala yang dikenal dan mempengaruhi tipe perawatan hygiene dan pengajaran yang diberikan.
Dua tipe masalah besar adalah karies gigi (lubang) dan penyakit periodontal (pyorrhea). Karies gigi merupakan masalah mulut paling umum dari orang muda. Perkembangan lubang merupakan proses patologi yang melibatkan kerusakan email gigi pada akhirnya melalui kekurangan kalsium. Kekurangan kalsium adalah hasil dari akumulasi musin, karbohidrat, basilus asam laktat pada saliva yang secara normal ditemukan pada mulut, yang membentuk lapisan gigi yang disebut plak. Plak adalah transparan dan melekat pada gigi, khususnya dekat dasar kepala gigi pada margin gusi. Plak mencegah dilusi asam normal dan netralisasi, yang mencegah disolusi bakteri pada rongga mulut. Asam akhirnya merusak gigi dan email, pada kasus yang berat, merusak pulpa atau jaringan spon dalam gigi. Lubang pertama kali mulai sebagi diskolorasi pengapuran putih dari gigi. Selanjutnya dengan berkembangnya lubang, gigi menjadi kecoklatan atau kehitaman.
Untuk orang yang berusia lebih dari 35 tahun, masalah yang paling umum adalah pyorrhea. Penyakit Periodontal adalah penyakit jaringan sekitar gigi, seperti peradangan membrane periodontal atau ligament periodontal. Penambahan penyakit meliputi sebagai berikut:
a.       Deposit kalkulus pada gigi di garis gusi.
b.      Gingiva menjadi bengkak dan perih.
c.       Peradangan menyebar, pembentukan celah atau kantong antara gusi dan gingival, gusi menyusut.
d.      Tulang alveolar hancur, dan gigi lepas.
Halitosis (bau napas) merupakan masalah umum rongga mulut akibat hygiene mulut yang buruk, pemasukan makanan tertentu, atau proses infeksi atau penyakit. Hygiene mulut yang tepat dapat mengeliminasi bau kecuali penyebabnya adalah kondisi sistemik seprti penyakit liver atau diabetes.
4
Keilosis, bibir pecah-pecah atau retak terutama pada sudut mulut karena defisiensi riboflavin, napas mulut, dan salivasi yang berlebihan. Pemberian minyak pada bibir mempertahankan kelembaman, dan salep anti-jamur atau anti-bakteri memperkecil perkembangan mikroorganisme.
Gejala penyakit periodontal meliputi gusi berdarah; bengkak, jaringan yang radang; garis gusi yang menyusut, dengan pembentukan celah atau kantong antara gigi dan gusi, dan kehilangan gigi tiba-tiba. Jika perawatan mulut yang tepat tidak dipelihara maka bakteri mati, disebut tartar yang mengumpul di sepanjang garis gusi. Tartar menyerang gusi dan serat yang menempel pada gigi, akibatnya kehilangan gigi. Tindakan preventif yang paling baik adalah pembersihan dengan flossing dan gosok gigi yang teratur.
7.      Masalah Mulut Lain
Stomatitis adalah kondisi peradangan pada mulut karena kontak dengan  pengiritasi, seperi tembakau; defisiensi vitamin; infeksi oleh bakteri, virus, atau jamur; atau penggunaan obat kemoterapi. Glositis adalah peradangan lidah karena infeksi atau cedera, seperti luka bakar atau gigitan. Gingivitis adalah peradangan gusi, biasanya karena hygiene mulut yang buruk atau terjadi tanda leukemia, defisiensi vitamin, atau diabetes mellitus. Perawatan mulut khusus merupakan keharusan apabila klien memiliki maslah oral ini. Perubahan mukosa mulut yang berhubungan dengan mudah mengarah kepada malnutrisi, yang merupakan perhatian utama bagi klien yang memiliki kanker.
Malignansi mulut terlihat sebagai guumpalan atau bisul di dalam atau sekitar mulut, biasanya pada klien perokok pipa atau tembakau kunyah. Tempat yang paling umum adalah dasar lidah. Pendeteksian awal adalah vital untuk keberhasilan pengobatan. Luka apapun di mulut yang tidak sembuh harus dibawa ke dokter gigi.
5
  1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri berhubungan dengan radang pada daerah gusi / gigi (gingivitis), kehilangan gigi.
2.      Perubahan nutrisi (kurang dari kebutuhan) tubuh berhubungan dengan intake (asupan) yang tidak adekuat (cukup) akibat radang gigi / gusi (gingivitis), gigi palsu yang tidak pas.
3.      Perubahan membrane mukosa mulut berhubungan dengan trauma oral, asupan cairan yang terbatas, trauma B/D kemoterapi.
4.      Deficit perawatan oral diri/oral berhubungan dengan perubahan kesadaran, kelemahan ekteremitas atas.
5.      Gangguan gambaran diri berhubungan dengan halitosis, ketidakadaan gigi.
6.      Kurang pengetahuan tentang hygiene oral berhubungan dengan kesalahpahaman praktik hygiene.
7.      Risiko infeksi berhubungan dengan trauma mukosa oral.

  1. PERENCANAAN
Menyusun rencana keperawatan untuk klien yang membutuhkan hygiene  mulut  termasuk mempertimbangkan pilihan, status emosional, sumber daya ekonomi, dan kemampuan fisik klien. Perawat harus membina hubungan yang baik dengan klien untuk membantu praktik hygiene mulut. Beberapa klien sangat sensitive tentang kondisi mulut mereka dan enggan memberikan orang lain merawat. Dalam banyak kasus, klien (seperti yang terkena diabetes dan kanker) juga tidak sadar bahwa mereka berisiko penyakit gigi dan periodontal dan karenanya memerlukan pendidikan ekstensif. Klien yang mengalami perubahan mukosa mulut akan memerlukan perawatan jangka panjang. Hasil tidak dapat terlihat untuk beberapa hari atau minggu. Keluarga dapat memainkan peran penting dalam pembelajaran bagaimana untuk memeriksa rongga mulut klien terhadap perubahan dan memberikan hygiene.
Tujuan klien yang membutuhkan hygiene mulut sebagai berikut:
1.      Klien akan memiliki mukosa mulut utuh yang terhidrasi baik.
6
2.      Klien mampu melakukan sendiri perawatan hygiene mulut dengan benar.
3.      Klien akan mencapai merasa nyaman.
4.      Klien akan memahami praktik hygiene mulut.
Rencana tindakan hygiene mulut sebagai berikut:
1.      Diet, mengurangi asupan karbohidrat terutama yang manis di antara waktu makan; menimbulkan plak, memakan buah yng mengandung asam seperti apel dan sayuran berserat; mengurangi plak. Untuk wanita hamil, asupan kalsium sesuai rekomendasi, 4-6 gelas susu per hari.
2.      Gosok gigi, sedikitnya 4 kali sehari setiap selesai makan dan tidur.
3.      Hygiene mulut khusus, diterapkan pada klien yang tidak sadar, klien berisiko stomatitis, diabetes, dan infeksi mulut.
4.      Penggunaan fluoride, pemberian fluor pada air minum telah memainkan peranan yang dominan dalam menurunkan karies gigi. Fluoridasi berlebihan menyebabkan perubahan warna pada email gigi.
5.      Flossing untuk mengangkat plak dan tartar dengan efektif di antara gigi.
6.      Perawatan gigi palsu, harus dibersihkan seperti frekuensi gigi alami untuk mencegah infeksi gingival dan iritasi.

  1. EVALUASI
Evaluasi secara umum menilai danya kemampuan untuk mempertahankan kebersihan gigi dan mulut serta kemapuan untuk mempertahankan status nutrisi. Hal ini ditanadai dengan keadaan mulut dan gigi yang bersih, tidak ada tanda radang, dan intake yang adekuat.

0 komentar:

Posting Komentar