Sabtu, 05 Mei 2012

Konsep Dasar kebutuhan Oksigen


A.    Pengertian
Oksigenasi adalah memberikan tambahan oksigen pada klien yang membutuhkan.
B.     Fisiologi kebutuhan dasar oksigen
Proses oksigenasi adalah proses pemenuhan kebutuhanoksigen tubuh terdiri atas tiga tahap yaitu:
1.      Ventilasi
Ventilasi merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer kedalam alveoli atau dari alveolike atmosfer.proses dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu adanya adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru,semakin tinggi tempat maka tekanan udara semakin renda, demikian sebalaiknya, semakinrendah  tempat tekanan udara semakin tinggi adanya kemampuan torak dan paru pada alveoli dalam melaksanakn ekspansi atau kembang kemis,adanya jalan jalan nafas yang dimulai dari hidung hingga alveoli yang terdiri dari berbagai otot polos yang kerjanya sangatr dipengaruhi oleh system saraf otonom.
2.      Difusi Gas
Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru dan krbondioksida di kapiler dengan alveoli.proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu luasnya permukaan paru,tebal membrane resfirasi/permeabilitas yang terdiri atas evitel alveoli dan interstisial( keduanya dapat memproses difusi apabila terjadi proses penebalan),perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen( hal ini sebagaimana oksigen alveoli masuk kedalamoleh karena tekanan oksigen masuk dalam darah secara difusi)Pco2 dalam arteri pulmonalis akan berdifusi kedalam alveoli,dan afinitas gas(kemampuan menembus dan saling mengikat hemoglobin.
3.      Transportasi gas
Transportasi gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler kejaringn tubuh dan co2 jaringan tubuh kekapiler,pada prosrs transportasi o2 akan berikatan dengan Hb membentuk oksihemoglobin (75%)dan larut dalam plasma (30%),larut dalam plasma (5%, dan sebagian menjadi HCO3yang berada dalam darah (65%).
Transfortasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu curah jantung(kardiak output),kondisi pembuluh dara,latihan(exercise)perbandingan sel darah dengan darah secara keseluruhan(hematokrit,serta secara eritrosit dan kadar Hb.
C.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen
1.      Saraf otonomik
Rangsangan simpatis dan para simpatis dari saraf otonomik dapak mempengaruhi kemampuan untuk dilatisi dan konstriksi,hal ini dapat terlihat simpatis maupun parasimpatis.
2.      Hormone dan obat
Semua hormone termasuk derivate catecholamine dapat melebarkan saluran pernapasan.obat yang tergolong parasimpatis seperti sulfas atropine yang dapat melebarkan saluran napas.
3.      Alergi PadaSaluran Nafas
Banyak faktor yang dapat menimbulkan alergi antara lain yang debu yangyang terdapat dalam pernafasan, factor ini dapat menyebabkanbersin bila terdapat rangsangan di daerah nasal.
4.      Perkembangan
Tahap perkembangan anak dapat mempengaruhi kebutuhan oksigenasi karena usia organ dalam tubuh berkembang sesua usia perkembangan .
5.      Lingkungan
Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi oksigenasi,seperti factor alergi,ketinggian tanah,dan suhu,kondisi tersebut memengaruhi kemampuan adaptasi.
6.      Perilaku
Factor perilaku yang dapat mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah prilaku dalam mengkonsumsi makana(status nutrisi).
D.    Oksigenasi tidak adekuat
1.      Hipoksia
Hipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigendalam tingkat sel,ditandai dengan adanya warna kebiruan pada kulit (sianosis).secara umum, terjadinya hipoksia disebabkan oleh menurunya kadar Hb, menurunnya difusi o2 dari alveoli kedalam darah,menurunnya ferfusi jaringan,atau gangguan ventilasi yang dapat menurunkan konsentrasi oksigen.
2.      Perubahan pola pernapasan
Perubahan pola pernafasan antara lain:
a.       Tachypea, merupakan pernafasan yang memiliki frekuensi lebih dari 24 kali permenit,proses inin terjadi karena paru dalaem keadaan atelektasi atau terjadinya emboli.
b.      Bradypnea,merupakan pola pernafasan yang lambat dan kurang dari 10 kali permenit.
c.       Hiperventilasi, merupakan cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam.
d.      Kasmaul, merupakan pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metaboloik.
e.       Hipoventilasi, merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup yang dilakukan pada saat ventilasi alveolar serta tidak cukupnya penggunaan oksigenyang ditandai dengan adanya nyeri.
f.       Dispenea merupakan perasaan sesak dan berat pada saat pernapasan,hal ini dapat disebabkan perubahan kadar gas/jaringan.
g.      Orthopnea merupakan kesulitan bernafas dalam posisi duduk atau berdiri.
h.      Chyne stokes merupakan siklus pernapasan yang amplitudonya mulai naik,turun,berhenti,kemudian mulai dari siklus baru.
i.        pernapasan paradoksial merupakan pernapasan yang ditandai denganpergerakan dinding paru yang berlawanan arah dari keadaan normal.
j.        Biot merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan chyne stokes tetapi amplitudonya tidak teratur.
k.      Stridor merupakan pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan.
3.      Obstruksi jalan nafas
Obstruksi jalan nafas merupakan kondisi pernapasan yang terjadi akibat ketidakmampuan batuk secara efektif,dapat disebabkan olek sekresi yang kental atau berlebihanakibat penyakit.
4.      Pertukaran gas
Pertukaran gas merupakan kondisi penurunan gas,baik oksigen maupunkarbondioksida antara alveoli paru dan system vaskuler yang diebabkan oleh sekresi yang kental atau imobilitas akibat penyakit system syaraf.terjadinya pertukaran gas ini menunjukkan kapasitas difusi menurun.

0 komentar:

Posting Komentar