Sabtu, 05 Mei 2012

Asuhan Keperawatan Masalah Kebutuhan Oksigenasi


A.    Pengkajian Keperawatan
1.      Riwayat keperawatan
Pengkajian riwayat keperawatan pada masalah kebutuhan oksigen meliputi, ada atau tidaknbya gangguan proses pernapasan,gangguan pada peredaran darah.pada tahap pengkajian keluhan atau gejala,hala yang perlu diperhatikanadalah infeksi kronis pada hidung,sakit pada daerah sinusotitis media,keluhan nyeripada tenggorokan.
2.      Pola batuk dan produksi sputum
Tahap pengkajian pola batuk dilakukan dngan cara menilai apakah batuk termasuk batuk kering ,keras,dan kuat dengan  suara mendesing berat dan berubah-ubah seperti kondisi pasienyang mengalami penyakit kanker.pengkajian sputum dilakukan dengan cara meriksa warna,kejernihan,apaka bercampur darah terhada sputum yang dikeluarkan oleh pasien.
3.      Sakit dada
Pengkajian sakit dada dilakukan dengan cara mengetahui bagian yang sakit,luas,imtensiras,factor yang menyebabkan rasa saki,perubahan nyeri dada apabila posisi pasien beruba,serta adanya hubumgan antra waktu inspirasi dan ekspirasi dengan rsa sakit.
4.      Pengkajian fisik
a.       Infeksi pengkajian ini meliputi penentuan jalan napas,apakah napas spontan melalui hidung,mulut,oral,nasal.
b.      Palpasi pemeriksaan ini bertujuan untuk mendekteksi kelaina seperti nyeri tekan yang ditimbulkan akibat luka.melalui palpasi dapat diteliti gerakan dinding toraks pada saat inspirasi dan ekspirasi terjadi.
c.       Perkusi pengkajian ini bertujuan untuk menilai normal atau tidanya suara perkusi paru.
d.      Auskultrasi pemeriksaan ini bertujuan menilai adanya suara nafas
5.      Pemeriksaan laboratorium
            Selain pemeriksaan laboratorium Hb,leukosit dan yang lain-lain yang dilakukan secara rutin,juga dilakukan pemeriksaan skuntumguna melihat kuman dengan cara mikroskopis.uji resistensi dapat dilakukan secara kultur,untuk melihat sel tumorpemeriksaan sitologi.
6.      Pemeriksaan diagnostic
a.       Rontgen dada
b.      Fluoroskopi
c.       Bronkgrapi
d.      Angiofrafi
e.       Endoskopi
f.       Radio isotop
g.      Mediastinoskopi
B.     Diagnosis keperawatan
1.      bersihan jalan nafas berhubungan dengan
2.      pola nafas tidak efektif
3.      kerusakan pertukaran gas
4.      gangguan perfusi jaringan
C.    Perencanaan keperawatan
1.      mempertahankan jalan nafas agar efektif
2.      mempertahankan pola pernafasan agar kembali efektif
3.      memepertankan pertukaran gas
4.      memperbaikai perfusi jaringan
D.    pelaksanaan tindakan keperawatan
1.      Latihan nafas
Latihan nafas merupakan cara bernapas untuk memperbaiki ventilasi alveoli atau memelihara pertukaran gas,mencegah atelektasis,meningkatkanefisiensibatuk dan  mengrangi stress.
2.      Latihan batuk efektif
Latihan batuk efektif merupakan cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihkan laring,trakea,dan broniolus dari secret atau benda asing dijalan nafas.
3.      Pemberian oksigen
 Pembrian oksigen merupakan tindakan keperawatan dengan cara memberikan oksigen kedalam paru melalui saluran pernafasan dengan alatbantu oksigen.pemberian oksigen pada pasien dapt dilakukan dengan tiga cara yaitu melalui kanula,nasal,dan masker dengan tujuan memenuhi kebutuhab manusia oaksigen da mencegah terjadinya hipoksia.
4.      Penghisapan lender
Penghisapan lender merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mengeluarkan secret atau lender sendri.tindakan ini bertuuan untukmembersihkan jalan nafas dan memenuhi kebutuhan oksigenasi.
E.     Evaluasi keperawatan
Evaluasi terhadap masalah kebutuhan oksigen secara umum dapat dinilai dari adanya kemampuan dalam:
1.      mempertahankan jalan nafas secara evektif yang ditunjukan dengan cara adanya kemampuan untuk bernapas,jalan nafas bersih,tidak adanya sumbatan,frekuuensi,irama,kedalaman nafas norma,seta tidak ditemukan adanya tanda hipoksia.
2.      mempertahankan pola nafas secara efektif yang ditunjukan engan adanya kemampuan untuk bernafas,frekuensi,irama, dan kedalaman nafas normal, tidak ditemukan adanya tanda hipoksia,serta kemampuan paru berkembang dengan baik.
3.      mempertahan kan pertukaran gas secara efektif yang ditunjukan dengan adanya kemampuan untuk bernapas secara efektif,tidak ditemukan dispenea pada usaha napas, inspirasi dan ekspirasi dalam batas normal,serta siturasi oksigendan pco2 dalam keadaan normal.
4.      meningkatkan ferpusi jaringan dengan adanya kemampuan pengisian kapiler,frekuensi,irama,kekuatan nadi dalambatas normal,dari status hidrasi normal.

0 komentar:

Poskan Komentar