Senin, 07 Mei 2012

Asuhan Keperawatan Jiwa Harga Diri rendah


A.    Masalah Utama:
Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah
B.     Proses terjadinya Masalah
1.      Pengertian
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Gangguan harga diri adalah suatu keadaan dimana individu mengalami atau beresiko mengalami evaluasi dari yang negative dan tentang kemampuan diri.
2.      Factor Predisposisi
Factor yang mempengaruhi harga diri, al: penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistis, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yang tidak realistis.
3.      Factor Presipitasi
a.      Ketegangan Peran
Ketegangan peran adalah stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami individu dalam peran atau posisi yang diharapkan seperti konsep berikut:
o   Konflik Peran;
Ketidaksesuaian antara peran yang dijalankan dengan yang diinginkan.
o   Peran yang tidak jelas;
Kurang pengetahuan individu tentang peran yang dilakukannya.
o   Peran yang berlebihan;
Kurang sumber yang adekuat untuk menampilkan seperangkat peran yang kompleks.
b.      Perkembangan Transisi
Perkembangan ttansisi adalah perubahan norma yang berkaitan dengan individu termasuk keluarga dan norma-norma kebudayaan, nilai-nilai untuk menyesuaikan diri.
o   Situasi Transisi Peran
Situasi transisi peran adalah bertambah atau berkurangnya orang yang penting dalam kehidupan individu melalui kelahiran atau kematian yang berarti.
o   Transisi Peran Sehat Sakit
Transisi peran sehat sakit adalah peran yang diakibatkan oleh keadaan sehat atau keadaan sakit. Transisi ini dapat diakibatkan oleh kehilangan bagian tubuh, perubahan ukuran dan bentuk, penampilan atau fungsi yang berubah, perubahan fisik yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan, prosedur pengobatan dan perawatan.
C.     Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji
1.      Masalah Keperawatan

a.      Isolasi social: Menarik Diri
b.      Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah
c.       Perilaku Kekerasan
d.     Koping Individu Tidak Efektif
e.      Perubahan Persepsi Sensori
f.        Tidak Efektifnya Penatalaksanaan regimen terapeutik
g.      Koping Keluarga Tidak Efektif

Data yang perlu di kaji
1.      Tanda dan gejala harga diri rendah, meliputi:
a.      Mengkritik diri sendiri
b.      Perasaan tidak mampu
c.       Pandangan hidup yang pesimis
d.     Penurunan prokduktifitas
e.      Penolakan terhadap kemampuan diri
2.      Kurang memperhatikan perawatan diri
3.      Berpakaian tidak rapi
4.      Selera makan menurun
5.      Tidak berani menatap lawan bicara
6.      Lebih banyak menunduk
7.      Berbicara lambat dengan nada suara lemah

D.    Diagnose Keperawatan
1.      Menarik diri
2.      Perilaku kekerasan
3.      Gangguan konsep diri: Harga Diri Rendah
4.      Perubahan Persepsi Sensori
5.      Resiko Mencederai Diri sendiri, Orang Lain dan Lingkungan

Diagosa prioritas:
Harga Diri Rendah
E.     Rencana Tindakan Keperawatan
F.     Tindakan Keperawatan Pada Pasien
1.      Tujuan Keperawatan
a.      Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
b.      Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
c.       Pasien dapat memilih kegiatan sesuai dengan kemampuan
d.     Pasien dapat melatih kegiatan yang dipilih sesuai dengan kemampuan
e.      Pasien dapat melakukan kegiatan yang sudah dilatih sesuai jadwal
2.      Tindakan keperawatan:
a.      Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang     masih dimiliki pasien. Perawat dapat melakukan hal-hal berikut:
o   Diskusikan tentang sejumlah kemampuan dan asspek positif yang dimiliki klien
o   Beri pujian yang realistic dan hindarkan penilaian yang negative
b.      Bantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan dengan cara-cara berikut.
o   diskusikan dengan pasien mengenai kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini.
o   Bantu pasien menyebutkannya dan beri penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan pasien.
o   Perlihatkan respon yang kondusif dan upayakan menjadi pendengar yang aktif
c.       Membantu pasien untuk memilih atau menetapkan kemampuan yang dilatih. Tindakan  keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
o   Diskusikan dengan pasienkegiatan yang akan dipilih sebagai klegiatan yang akan pasien lakukan sehari – hari
o   Bantu pasien memilih kegiatan yang dapat pasien lakukan dengan mandiri atau dengan bantuan minimal.
d.     Latih kemampuan yang dipilih pasien dengan cara berikut.
o   Diskusikan dengan pasien langkah-langkah pelaksanaan kegiatan
o   Bersama pasien, peragakan kegiatan yang ditetapkan.
o   Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan pasien.
e.      Bantu pasien menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih.
o   Beri kesempatan kepada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan.
o   Beri pujian atas kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari.
o   Tingkatkan kegiatan seuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap kegiatan
o   Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih.
o   Berikan pasien kesempatan kuntuk mengungkapkan perasaannya setelah pelaksanaan kegiatan.



SP 1 Pasien:
Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, membantu pasien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian.
1.      Orientasi
“  Selamat pagi ! Bagaimana keadaan X hari ini? X terlihat segar”
“  Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah X lakukan? Selain itu kita akan menilai kegiatan mana yang masih dapat X lakukan dirumah sakit. Setelah kita nilai, kita akan pilih salah satu kegiatan untuk kita latih.
“  Dimana kita duduk ? Bagaimana kalau di ruang tamu ?
Berapa lama ? bagaimana kalau 20 menit ? “
2.      Kerja
“ X, apa saja kemampuan yang X miliki ? Bagus, apa lagi ? Saya buat daftarnya ya ! Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa X lakukan ? Bagaimana dengan merapikan kamar ? menyapu ? Mencuci piring dan seterusnya. Wah, bagus sekali ada lima kemampuan dan kegiatan yang X miliki !.“
“ X, dari kelima kegiatan atau kemampuan ini, mana yang masih dapat dikerjakan dirumah sakit ? ( misalnya ada tiga yang masih dapat dilakukan). Bagus sekali, ada tiga kegiatan yang masih bisa dikerjakan dirumah sakit ini !”
“ Sekarang, coba X pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan dirumah sakit ini. BAik, yang nomor satu, merapikan tempat tidur? Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita latihan merapikan tempat tidur X. Mari kita lihat tempat tidur X ! Coba lihat, sudah rapikah tempat tidurnya ? ”
“ Nah, kalau kita mau merapikan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu bantal dan selimutnya. Bagus ! Sekarang kita angkat seprainya, dan kasurnya kita balik. Nah, sekarang kita pasang lagi seprainya,kita mulai lagi dari arah atas, ya bagus ! Sekarang sebelah kiri, tarik dan masukkan, lalu di sebelah pinggir masukkan. Sekarang ambil bantal, rapikan, dan letakkan 
3.      Terminasi
’bagaimana perasaan T setellah kita bercakap-cakap dan latihan merapikan tempat tidur? Ya T ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di rumah sakit ini, salah satunya merapikan tempat  tidur, yang sudah T peraktikkan dengan baik sekali. Nah, kemampuan ini dapat dilakukan juga dirumah setelah pulang. Sekarang mari kita masukkan pada jadwal harian, T mau berapakah sehari merapikan tempat tidur, bagus, dua kali, yaitu pagi jam berapa? Lalu sehabis istirahat jam 4 sore.
‘’besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua, T masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu dilakukan di rumah sakit selain merapikan tempat tidur? Ya bagus, cuci piring, kalau begitu kita akan latihan mencuci piring besok jam 8 pagi didapur ruangan ini sehabis makan pagi. Sampai jumpa ya

SP 2 Pasien:
melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan pasien. Latihan dapat dilanjutkan untukn kemampuan lain sampai semua kemampuan dilatih. Setiap kemampuan yang dimiliki akan meningkatkan hargadiri pasien.
1.      Orientasi
‘’selamat pagi, bagaimana perasaan T pagi ini. Wah, T tampak cerah. Bagaimana T, sudah mencoba merapaikan tempat tidur tadi pagi? Bagus, kalau sudah dilakukan (jika pasien belum mampu melakukannya, ulang dan bantu kembali)  sekarang kita akan latihan kemampuan kedua. Masih ingat apa kegiatan itu !
‘’ ya benar, sekarang kita kan latihan mencuci piring di dapur’’.
‘’ waktunya sekitar 15 menit. Mari kita kedapur !’’
2.      Kerja
‘’T , sebelum mencuci piring kita perlu persiapkan dulunperlengkapannya, yaitu sabut atau spons untuk membersihkan piring sabun khhusus untuk mencuci piring dan air untuk membilas, T dapat menggunakan air yang mengalir dari keran ini. Oh ya, jangan lupa sediakan tempat sampah untuk membuang sisa makanan’’.
‘’sekarang saya perlihatkan dulu ya caranya. Setelah semua perlengkapan tersedia, T satu piring kotor, lalu buang dulu sisa kotoran yang ada di piring tersebut ketemp[at sampah. Kemudian T bersihkan piring tersebut dengan menggunakan sabut atau spons yang sudah di berikan sabun pencuci piring. Setelah selesai disabuni, bilas dengan air bersih sampai tidak ada busa sabun sedikitpun di piring tersebut. Selain itu, T bisa mengeringkan piring yang sudah bersih tadi di rak yang sudah tersedia di dapur. Nah selesai. !”
‘’ sekarang coba T yang melakukan.’’
‘’ Bagus sekali, T dapat memperaktikkan cuci piring dengan baik ! sekarang di lap tangannya.’’
3.      Terminasi
‘’ bagaimana perasaan T setelah latihan cuci piring?’’
‘’ bagaimana jika kegiatan cuci piring ini dimasukkan menjadi kegiatan sehari-hari.”
“T. mau berapa kali T mencuci piring ? bagus sekali, T mencuci piring tiga kali setelah makan.”
“ besok kita akan latihan untuk kemampuan ketiga, setelah merapikan tempat tidur dan cuci piring. Masih ingat kegiatan apakah itu? Ya benar kita akan ,latihan mengepel.”
“ mau jam berapa? Sama seperti sekarang? Sampai jumpa!.”

Tindakan Keperawatan pada Keluarga
1.      Tujuan keperawatan:
a.      Keluarga dapat membantu pasien mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki pasien.
b.      Keluarga dapat memfasilitasi kemampuan yang masih dimiliki pasaien.
c.       Keluarga dapat memotivasi pasien untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih dan memberikan pujian atas keberhasilan pasien.
d.     Keluarga mampu menilai perkembangan perubahan kemampuan pasien.
2.      Tindakan keperawatan:
a.      Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien.
b.      Jelaskan kepada keluarga tentang harga diri rendah yang alami pasien.
c.       Diskusi dengan keluarga mengenai kemampuan yang dimiliki pnasie dan puji pasien atas kemampuannya.
d.     Jelaskan caraa-cara merawat pasien harga diri rendah pasien.
e.      Demostrasikan cara merawat pasien harga diri rendah.
f.        Beri kesempatan pada keluarga untuk mempraktekkan cara merawat pasien harga diri rendah seperti yang telah perawat demonstrasikan sebelumnya.
g.      Bantu keluarga menyusun rencana kegiatan pasien di rumah.

SP 1 keluarga:
mendiskusikan masalah yang di hadapi keluarga dalma merwat pasien dirumah, menjelaskan tentang pengertian, tanda dan gejala harga diri rendah, menjelaskan cara merwat pasien dengan harga diri rendah, mendemostrasikan cara merawat pasien dengan harga diri rendah, dan memberi kesempatan pada keluarga untuk memperaktekkan cara merawat.
1.      Orientasi
“ selamat pagi.! Bagaimana keadaan bapak atau ibu?’’
“ bagaimana kalau pagi ini kita bercakap-cakap tentang cara merawat T ? berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit? Baik, mari duduk diruangan wawancara!”
2.      Kerja
“ apa yang bapak ibu ketahui tentang masalah T ?”
“ ya memang, benar sekali pak/bu, T itu memang terlihat tidak percaya diri dan sering menyalahkan dirinya sendiri. T sering mengatakan dirinya adalah orang paling bodoh sedunia. Dengan kata lain, anak bapak/ibu memiliki masalah harga diri rendah yang ditandai dengan munculnya pikiran-pikiran yang selalu negatif terhadap diri sendiri. Jika keadaannya terus menerus seperti itu T dapat mengalami masalah yang lebih berat lagi, misalnya T  jadi malu bertemu dengan orang lain dan memilih mengurung diri.”
“ sampai disini, bapak/ibu mengerti apa yang dimaksud harga diri rendah? Bagus sekali bapak/ibu sudah mengerti!”
“ setelah kita mengerti bahwa masalah T dapat menjadi masalah serius, kita perlu memberikan perawatan yang baik untuk T.”
“Bapak /ibu apa saja kemampuuan yang dimiliki T? Ya benar, dia juga mengatakan hal yang sama.” (jika sama dengan kemampuan yangb dikatakan T).
“ T telah berlatih dua kegiatan, yaitu merapikan tempat tidur dan cuci piring. T juga telah di buatkan jadwal untuk kegiatan tersebut. Untuk itu, bapak/ibu dapat mengingatklann T untuk melakukan klegiatan tersebut sesuai jadwal. Tolong bantu menyiapkan alat-alatnya, ya pak/bu. Jangan lupa memberikan pujian agar harga dirinya meningkat. Ajak pula memberi tanda contreng pada jadwal kegiatannya. Selain itu, jika T tidak lagi di rawat di rumah sakit, bapak/ibu tetap perlu memantau perkembangan T jika masalah harga dirinya kembali muncul dan tidak tertangani lagi, bapak/ibu dapat membawa T kepuskesmas.”
.T dan tanyakan kegiatan yang sudah dia lakukan lalu berikan pujian seperti,”bagus sekali T, kamu sudah semakin terampil mencuci piring.!”
“coba  bapak/ibu praktekkan sekarang. Bagus!”
3.      Terminasi
“bagaimana perasaan bapak/ibu setelah percakapan kita ini?”
“dapatkah bapak/ibu jelaskan kembali masalah yang dihadapi T dan bagaimana cara merawatnya?”
“bagus sekali bapak/ibu dapat menjelaskan dengan baik. Nah, setiap kali bapak/ibu menggunjungi T lakukan seperti itu. Nanti dirumah juga demikian.”
“bagaimana kalau kita bertemu lagi dua hari mendatang untuk latihan cara memberi pujian langsung kepada T?”
“Pukul berapa bapak/ibu datang? Baik, akan saya tunggu. Sampai jumpa!”

SP 2 Keluarga:
melatih keluarga memprektekkan cara merawat pasien harga diri rendah langsung pada pasaien.
1.      Orientasi
“selamat pagi pak/bu! Bagaimana perasaan bapak/ibu hari ini?”
“bapak/ibu masih ingat latihan merawat anak bapak/ibu seperti yang kita pelajari dua hari yang lalu?”
“baik, hari ini kita akan mempraktekkannya langsung pada T.”
“bagaimana kalau 20 menit? Sekarang mari kita temui T!”
2.      Kerja
“selamat pagi T. Bagaimana perasaan T hari ini? Hari ini saya datang bersama orang tua T seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, orang tua T juga ingin merawat T agar T cepat pulih.(kemudian anda berbicara pada keluarga sebagai berikut).
“nah pak/bu, sekarang bapak/ibu bisa memperakktekkan apa yang sudah kita latihkan beberapa hari lalu, yaitu memberikan pujian terhadap perkembangan anak bapak/ibu.” (perawat mngobservasi keluarga mempraktekkan cara merawat pasien seperti yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya).
“bagaimana perasaan setelah berbincang bincang dengan orang tua T?”
“baiklah, sekarang suster dan orang tua T ke ruang perawat dulu!” (perawat dan keluarga meninggalkan pasien untuk melakukan terminasi dengan keluarga).
3.      Terminasi
“bagaimmana perasaan bapak/ibu setelah kita latihan tadi?”
“mulai sekarang bapak/ibu sedah dapat melakukan cara perawatan tadi pada T.”
“tiga hari lagi kita akan bertemu untuk mendiskusikan pengalaman bapak/ibu melakukan cara merawat yang sudah kita pelajari. Waktu dan tempatnya sama seperti sekarang ya?

SP 3 keluarga:
membuat perencanaan pulang bersama keluarga.
1.      Orientasi
“selamat pagi pak/bu! Karena hari ini T sudah boleh pulang, kita akan membicarakan jadwal T selama dirumah.”
“berapa lama bapak/ibu ada waktu? Mari kita bicarakan di kantor!”
2.      Kerja
“ pak/bu ini jadwal kegiatan T selama di rumah sakit. Coba diperhatikan, apakah semua dapat dilaksanakan dirumah? Pak/bu, jadwal yang telah di buat selama T dirawat dirumah sakit tolong dilanjutkan dirumah,baik jadwal kegiatan maupun jadwal mium obatnya.”
“hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perillaku yang ditampilkan oleh T selama dirumah. Contohnya kalau T terus menerus menyalahkan diri sendiri dan berfikiran negatif terhadap diri sendiri, menoolakl minum obat atau memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi segera hubungi perawat K di puskesmas Indara Puri, Puskesmas terdekat dari rumah bapak/ibu, ini nomor telpon pukesmasnya: (0651) 554xxx.”
“selanjutnya perawat K tersebut yang akan memantau perkenbangan T selama dirumah.”
3.      Terminasi
“bagaimana pak/bu? Ada yang belum jelas?”
“ini jadwal kegiatan harian T untuk dibawa pulang. Ini surat rujukan untuk perawat K dipuskesmas Indera Puri. Jangan lupa kontrol ke puskesmas sebalum obat habis atau ada gejala yang terlihat. Silahkan selesaikan administrasinya!”

0 komentar:

Poskan Komentar