Jumat, 04 Mei 2012

Satuan Acara penyuluhan (SAP) Kompres Hangat Pada Pasien Demam

Topik Penyuluhan                   : Kompres
Pokok Bahasan                       : Kompres Air Hangat pada pasien demam
Waktu                                     : 1 X 30 menit (Pukul 09.00-09.30)
Hari/Tanggal                           : Rabu 18  januari 2012
Tempat                                    :  ????
Penyuluh                                 : Mahasiswa
A.    Latar Belakang
               Mengompres dilakukan dengan handuk atau waslap yang dibasahi dengan air hangat (30ºC). Usahakan perbedaan antara air kompres dengan shu tubuh tidak terlalu berbeda. Seka seluruh tubuh dengan air hangat, penurunan suhu tubuh terjadi saat pertukaran udara melalui permukaan kulit. Gunakan pakaian atau selimut tipis, pada bayi tidak boleh dibedong. Jangan mengompres dengan alkohol karena toxic dan uapnya dapat terserap ke kulit ataupun paru-paru anak.
B.     Tujuan Intruksional Umum
     Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan para pasien mampu mengetahui dan memahami cara mengompres dengan air hangat.
C.    Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan mampu :
1.      Menjelaskan pengertian tepid sponging
2.      Menjelaskan tentang manfaat dari tepid spnging
3.      Menjelaskan tentang alat dan bahan yang digunakan untuk tepid sponging
4.      Menjelaskan tentang tehnik tepid sponging
D.    Strategi Pelaksanaan.
1.      Metode
a.      Ceramah
b.      Tanya jawab
2.      Media
a.      Leflet
b.      Baskom mandi
c.       Pantum
d.     Waslap
e.      Air hangat suhu 37 C
f.        Handuk pengering
g.      termometer
3.      Materi
a.      Menjelaskan pengertian tepid sponging
b.      Menjelaskan tentang manfaat dari tepid spnging
c.       Menjelaskan tentang alat dan bahan yang digunakan untuk tepid sponging
d.     Menjelaskan tentang tehnik tepid sponging
E.     Kegiatan Penyuluhan
No
WAKTU
KEGIATAN PENYLUHAN
KEGIATAN PESERTA
1
3 mnt
Pembukaan :
o   Membuka kegiatan dengan mengucap salam
o   Memperkenalkan diri
o   Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
o   Menyebutkan materi  yang akan diberikan
o   Menjawab salam
o   Mendengarkan
o   Memperhatikan
o   memperhatikan
2
15 menit
Pelaksanaan :
o   menjelaskan tentang materi tepid sponging
o   pengertian tepid sponging
o   menjelaskan tentang manfaat tepid sponging
o   Menjelaskan alat dan bahan tepid sponging.
o   menjelaskan tentang tehnik melakukan tepid sponging
o   memperhatikan
o   bertanya
o   memperhatikan
3
10 menit
Evaluasi:
o   Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan dan reinforcement kepada peserta yang dapat menjawa pertanyaan.
o   Kesimpulan
o   Menjawab pertanyaan
4
2 menit
Terminasi:
o   mengucapkan terima kasih atas pran serta peserta
o   mengucapkan salam penutup
o   mendengarkan
o   menjawab salam
F.     Pengorganisasian
Jumlah anggota  12  orang  dengan susunan sebagai berikut :
1.      Moderator                  :  
2.      Penyaji                                   :  
3.      Anggota Fasilitator    :  
4.      Observer                     :  
5.      Seksi kosumsi             : 
6.      Seksi dokumentasi     :                                         
Pembagian tugas sebagai berikut :
1.      Moderator             :
a.Mengatur jalannya penyuluhan
b.            Sebagai pengarah
c. Memandu proses saat penyuluhan berlangsung
2.      Penyaji                               :
Memberikan penjelasan tentang materi yang akan disampaikan
3.      Fasilitator              :
a.      Memfasilitasi Peserta
b.      Membimbing Ibu-Ibu peserta penyuluhan
c.       Memperhatikan respon ibu
d.     Mengajak ibu untuk ikut mendemontrasikan
4.      Observer
a.       Mengawasi jalannya penyuluhan
b.      Mencatat proses penyuluhan disesuaikan dengan rencana
c.       Mencatat situasi penghambat dan pendukung proses saat penyuluhan
d.      Menyusun laporan dan menilai hasil penyuluhan dengan dibantu oleh moderator dan fasilitator.
Lampiran Materi :
A.    Pengertian
Mengompres dilakukan dengan handuk atau waslap yang dibasahi dengan air hangat (30ºC). Usahakan perbedaan antara air kompres dengan shu tubuh tidak terlalu berbeda. Seka seluruh tubuh dengan air hangat, penurunan suhu tubuh terjadi saat pertukaran udara melalui permukaan kulit. Gunakan pakaian atau selimut tipis, pada bayi tidak boleh dibedong. Jangan mengompres dengan alkohol karena toxic dan uapnya dapat terserap ke kulit ataupun paru-paru anak.
Kompres hangat adalah suatu prosedur menggunakan kain / handuk yang telah di celupkan pada air hangat, yang ditempelkan pada bagian tubuh tertentu.
Tepid sponging adalah mandi sebagai terapi pada anak yang demam tinggi.
Cara mengompres dengan air hangat yang paling efektif, adalah memandikannya dengan air hangat. "Minimal, itulah yang disebutkan di literatur asing," katanya. Anak yang sakit, katanya, harus dimandikan, dicelup, atau dibilas dengan air hangat. "Bukan sekadar melap tubuh atau kepala anak dengan handuk hangat. Kalau perlu, anak yang sakit dimasukkan ke dalam bak mandi beri air hangat. Cara ini terbukti sangat membantu untuk menurunkan panas badan anak."
B.     Tujuan
meningkatkan kontrol kehilangan panas tubuh melalui penguapan.
C.    Manfaat
1.      dapat memberikan rasa nyaman  
2.      menurunkan suhu tubuh yang demam
3.      Dampak fisiologis dari kompres hangat adalah pelunakan jaringan fibrosa, membuat otot tubuh lebih rileks, menurunkan atau menghilangkan rasa nyeri, dan memperlancar pasokan aliran darah.
D.    Alat dan bahan
1.      Baskom mandi
2.      Waslap
3.      Air hangat suhu 37 C
4.      Thermometer
5.      Handuk pengering
E.     Teknik
a.      Beri tau klien, dan siapkan alat,klien dan lingkungan
b.      Cuci tangan
c.       Ukur suhu tubuh
d.     Pertahankan selimut mandi di atas tubuh yang tidak dikompres
e.      Periksa suhu air
f.        Celup washlap ke dalam air hangat, letakkan di bawah ketiak dan lipatan paha
g.      Secara perlahan tangan dan kaki dikompres selama 5 menit
h.      Bila suhu belum turun lanjutkan usap kompres ke punggung dan bokong selama 3-5 menit
i.        Ganti air bila sudah tidak panas- bila suhu diatas 37 stop tindakan
j.        Keringkan bagian tubuh dan selimuti dengan selimut tipis dan menyerap keringat
F.      Mekanisme tubuh terhadap kompres hangat dalam upaya menurunkan suhu tubuh.
Pemberian kompres hangat pada daerah tubuh akan memberikan sinyal ke hipothalamus melalui sumsum tulang belakang. Ketika reseptor yang peka terhadap panas dihipotalamus dirangsang, sistem effektor mengeluarkan sinyal yang memulai berkeringat dan vasodilatasi perifer. Perubahan ukuran pembuluh darah diatur oleh pusat vasomotor pada medulla oblongata dari tangkai otak, dibawah pengaruh hipotalamik bagian anterior sehingga terjadi vasodilatasi. Terjadinya vasodilatasi ini menyebabkan pembuangan/kehilangan energi/panas melalui kulit meningkat ( berkeringat ), diharapkan akan terjadi penurunan suhu tubuh sehingga mencapai keadaan normal kembali.

0 komentar:

Poskan Komentar