Jumat, 04 Mei 2012

Perubahan Yang Terjadi Pada Lansia


A.    Perubahan fisik.
1.      Sel: jumlahnya lebih sedikit tetapi ukurannya lebih besar, berkurangnya cairan intra dan extra seluler.
2.      Persyarapan: cepatnya menurun hubungan persyarafan, lambat dalam respon waktu untuk mereaksi, mengecilkan sarap panca indra sistem pendengaran, presprakusis, atrofi membrane tumpani, terjadinya pengumpulan serum karena meningkatnya kerafin.
3.      Sistem penglihatan: spinkter pupil timbul sclerosis danhilangnya respon terhadap sinar, karena lebih terbentuk speris, lensa kerun meningkatnya ambang pengamatan sinar, hilangnya daya akomodasi, menurunnya lapang pandang.
4.      Sistem kardiovaskuler: katup jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun setelah berumur 20 tahun sehingga menyebabkan menurunnya kontraksi dan volume, kehilangan elastisitas pembuluh darah, tekanan darah meninggi.
5.      Sistem respirasi otot-otot pernafasan menjadi kaku sehingga menyebabkan menurunnya, paru kehilangan elastisitasnya sehingga kapasitasnya residu meningkat nafas berat kedalam pernfasan penurunan.
6.      Sistem gastro intestinal: kehilangan gigi, sehingga menyebabkan gizi buruk, indera pengecap menurun karena adanya iritasi selaput lendir dan atrofi indera pengecap sampai 80% kemudian hilangnya sensitifitas saraf pengecap untuk rasa manis dan asin.
7.      Sistem genitounaria: ginjal mengecil defran menjadi atrofi sehingga aliran darah ke ginjal menurun sampai 50% nilai ambang ginjal terhadap glukosa menjadi meningkat ketika urinariaotot-ototnya  menjadi melemah.
8.      Sistem Endokrin: pada sistem endokrin hampir semua produksi hormone menurun, sedangkan fungsi paratiroid atau sekresinya tidak berubah, aktifitas teroid menurun sehingga menurunkan basal metabolisme rate (BMR) produksi sel kelamin menurun seperti progesterone estrogen, testosterone.
9.      Sistem integument: kulit menjadi keriput akibat kehilangan jaringan lemak, kulit kepala dan rambut menipis, rambutan dalam telinga dan hidung menebal kuku menjadi lurus dan rapuh.
10.  Sistem muskuloskletal: tulang kehilangan identitasnya dan makin rapuh menjadi kiposis, tinggi badan menjadi berkurang yang disebut discusine vestabralis menipis, tendon mengkerut dan atrofi serabut-serabut otot, sehingga lansia menjadi lamban bergerak, otot kram dan tromor.
B.     Perubahan Mental
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah:
1.      pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.
2.      Kesehatan umum
3.      Tingkat pendidikan
4.      Keturunan
5.      Lingkungan
C.    Perubahan-perubahan Psikososial
1.      Pensiun: nilai-nilai seseorang diukur oleh produktifitasnya, identitas, dikaitkan dengn peranan dalam pekerjaan.
2.      Merasakan atau sadar akan kematian
3.      Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit.
D.    Perubahan Spiritual
Agama atau kepercayaan makin terintograsi dalam kehidupannya (Maslow 1970) lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya, hal ini terlihat dalam berfikir dan bertindak dalam sehari-hari (Musray dan Zertner 1970).
E.     Permasyalahan yang Terjadi pada Lansia
      akibat perkembangan usia lanjut, usia mengalami perubahan-perubahan yang menuntut dirinya untuk menyusaikan diri secara terus-menerus apabila proses penyusaian diri dengan lingkungannya kurang berhasil maka timbullah berbagai masalah Hurlock (1979) seperti dikutip oleh Munandar  Azhar Sunyatno (1994) menyebutkan masalah-masalah yang menyertai lansia yaitu:
1.      Ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain
2.      Ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan perubahan total dalam pola hidupnya
3.      Membuat teman baru untuk mendapatkan ganti mereka yang telah meniggal atau pindah
4.      Mengembangkan aktivititas baru untuk mengisi waktu luang yang bertambah banyak
5.      belajar memperlakukan anak-anak yang telah tumbuh dewasa berkaitan dengan perubahan fisik, Hurlock mengemukakan bahwa perubahan fisik yang mendasar adalah perubahan gerak
Lanjut usia juga mengalami perubahan dalam minat: Pertama minat terhadap diri makin bertambah, kedua minat terhadap penampilan semakin berkurang, ketiga minat terhadap uang semakin meningkat, terakhir minat terhadap kegiatan rekreasi tak berubah hanya cenderung menyempit.untuk memerlukan motivasi yang tinggi pada diri manusia usia lanjut untuk selalu menjaga kebugaran fisiknya agar tetap sehat secara fisik. Motivasi tersebutdiperlakukan untuk melakukan latihan fisik secara benar dan teratur untuk meningkatkan kebugaran fisik.
Dalam menghadapi perubahan tersebut diperlukan penyesuaian cirri-ciri penyesuaian yang tidak baik dari lansia (Hurlock 1979) Munandar (1994) adalah:
1.      Minat sempit terhadap kejadian dilingkungan
2.      Penarikan diri kedalam dunia fantasi
3.      Selalu mengingat kembali masa lalu
4.      Selalu khawatir karena pengangguran
5.      Kurang ada mutasi
6.      Rasa kesendirian karena hubungan dengan keluarga kurang baik
7.      Tempat tinggal yang tidak diinginkan.
Dilain pihak ciri penyesuaian diri lanjut usia yang baik antara lain adalah: minat yang kuat, ketidaktergantungan suara ekonomi, kontak sosial luas, menikmati kerja atau hasil kerja menikmati kegiatan yang dilakukan saat ini dan memiliki kekhawatiran minimal terhadap diri dan orang lain.

0 komentar:

Poskan Komentar