Rabu, 02 Mei 2012

Asuhan Keperawatan Gangguan Nutrisi


A.    Pengkajian keperawatan
Pengkajian keperawatan terhadap masalah kebutuhan nutrisi dapat meliputi pengkajian khusus masalah nutrisi dan pengkajian fisik secara umum yang berhubungan dengan masalah nutrisi
1.      Riwayat makanan
Riwayat makanan meliputi informasi  keterangan tentang pola makan,tipe makanan yang di hindari ataupun di mbil,makanan yang lebih disukai,yang dapat di gunakan untuk membantu merencanakan jenis makanan untuk selanjutnya.
2.      Kemampuan makan
Berapa hal yang perlu dikaji dalam hal kemammpuan makan,antara lain kemampuan mengunyah, menelan,dan makan sendiri tanpa bantuan orang lain.
3.      Pengetahuan tentang nutrisi
Aspek yang sangat penting dalam pengkajian nutrisi adalah pengetahuan tingkat pengetahuan pasyen mengenai kebutuhan nutrisi.
4.      Nafsu makan, jumlah asupan
5.      Tingkat aktivitas
6.      Pengonsumsi obat
7.      Penempilan fisik
Penampilan fisik dapat dilihat dari hasil pemeriksaan fisik terhadap aspek-aspek berikut; rambut yang sehat berciri mengkilat, kuat, tidak kering, dan tidak mengalamio kebotakan bukan karena faktor usia; daerah di atas kedua pipi dan bawah kedua mata tidak berwarna gelap; mata cerah dan tidak ada rasa sakit atau penonjolan pembuluh darah; daerah bibir tidak kering, pecah-pecah, ataupun mengalami pembengkakan; lidah berwarna merah gelap, tidak berwarna merah terang, dan tidak ada luka pada permukaannya; gusi tidak bengkak, tidak mudah berdarah, dan gusi yang mengelilingi gigi harus rapat serta erat tidak tetarik ke bawah sampai di bawah permukaan gigi; gigi tidak berlubang dan tidak berwarna; kulit tubuh halus, tidak bersisik, tidak timbul bercak kemerahan, atau tidak terjadi pendarahan yang berlebihan; kuku jari kuat dan berwarna merah tua.
8.      Pengukuran atromopometrik
Pengukuran ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar badan. Tinggi badan anak dapat digambarkan pada suatu kurva/ grafik sehingga dapat terlihat perkembangannya.
9.      Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang langsung berhubungan dengan pemenuhan kebutuha nutrisi adalah pemeriksaan albumin serum, Hb, glukosa, elektrolit, dll.
B.     Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan yang dapat terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi antara lain :
1.      Kekurangan nutrisi berhubungan dengan :
o Peningkatan kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara berkelanjutan akibat infeksi, luka bakar,ataupun kanker.
o   Dispagia akibat kelumpuhan serabral
o   Pemenuhan obserpasi nutrisi akibat intoleransi laktosa
o   Pemenuhan nafsu makan
o Sekrasi berlebihan,baik melalui latihan fisik,muntah,diare,atopun peneluaran lainnya
o   Ketidakcukupan obserpasi akibat efek samping obat atau lainnya
o   Kesulitan mengunyah
2.      Kelebihan nutrisi behubungan dengan
o   Perubahan pola kayang akibat efek obat atau radiasi
o   Penurunan pungsi pengecap atau penciuman
o   Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi
o   Penurunan kebutuhan metabolisme
o   Kelebihan asupan
o   Perubahan gaya hidup
C.    Perencanaan keperawatan
1.      Tujuan
o   Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang
o   Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
o   Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parentral
2.      Rencana tindakan
o Monitor perubahan paktor yang menyebabkan terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisi.
o   Kurangi paktor yang mempengaruhi perubahan nutrisi.
o   Ajarkan untuk merencanakan makanan
o   Kaji tanda vital dan bising usus
o   Monitor glukosa,elektrolit,albumin,dan hemoglobin
o Berikan pendidikan tentang cara diet ,kebutuhan kal0ri atau tindakan lainnya.
3.      Tindakan pada ganggun kekurangan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara :
o Mengurangi kondisi atau gejala penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan
o   Memberikan makanan yang disukai sedikit demi sedikit tetapi sering dengan memperhatikan jumlah kalori dan tanpa kontraidinasi
o   Menata ruang senyaman mungkin
o   Menjaga kebersihan mulut
o   Menyediakan makanan yang mudah dicernayang
D.    Pelaksanaan (tindakan) keperawatan
1.      Pemberian nutrisi melalui oral
Pemberian nutrisi melalui oral merupakan tindakan keperawatan yanga di lakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan membantu memberikan makan /nutrisi melqlui oral (mulut)bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
2.      Pemberian nutrisi melalui pipa penduga/lambung
 Pemberian nutrisi melalui pia penduga/lambung merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien  yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
3.      Pemberian nutrisi melalui perentral
Merupakan pemberian nutrisi berupa cairan inpus yang dimasukkan kedalam tubuh melalui darah vena,( untuk nutrisi perantral parsial).
E.     Evaluasi keperawatan
Evaluasi terhadap masalah kebutuhan nutrisi secara umum dapat dinilae dari adanya kemampuan dalam.
a. Meningkatkan napsu makan ditunjukkan dengan adanya kempuan dalam makan serta adanyua perubahan nafsu makan apabila kurang dari kebutuhan
b. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditentukan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau berlebihan berat badan
c. Mempertahankan nutrisi melalui oral  atau parenteral ditunjukan dengan adanya proses pencernaan makan yang adekuat
Evalasi terhadap gangguan kebutuhan cairan dalam elektrolit secara umum dpat dinilae dari kemampuan dalam mempertahankan keseimbangan caeran dan elektrolit ditunjukkan denga adanya keseimbangan antara jumlah asupan dan pengeluaran,nilae elektrolid dalam batas norma,berat badan sesuae dengan tinggi badan atau tidak mengalami penurunan.

0 komentar:

Poskan Komentar