Jumat, 04 Mei 2012

Satuan Acara penyuluhan (SAP) Bahaya Rokok


A.    IDENTITAS
1.      Topik / masalah  :  Rokok
2.      Sub topik             :  Bahaya rokok terhadap tubuh
3.      Tempat                 :  Balai Desa
4.      Waktu                  :  20 menit
5.      Sasaran                :  Pengguna rokok
6.      Petugas               :  Perawat
B.     TUJUAN INSTRUKSIONAL
1.      Umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang bahaya rokok terhadap tubuh di harapkan audiens dapat memahami dampak menggunakan atau mengkonsumsi rokok.
2.      Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang bahaya rokok terhadap tubuh di harapkan audiens memahami tentang
a.       Bahaya rokok bagi tubuh
b.      Mengerti kandungan atau racun yang terdaoat dalam rokok
c.       Berhenti mengkonsumsi rokok
C.     MATERI ( Terlampir )
1.      Pengertian rokok
2.      Kandungan rokok
3.      Bahaya rokok
4.      Upaya pencegahan
D.    MEDIA
1.      Laptop
2.      LCD (power point)
3.      Laeflet
E.     METODE
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab
F.      KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN
PENYULUH
AUDIENCE
Pembukaan 2 menit
o   Mengucapkan salam
o   Memperkenalkan diri
o   Menjelaskan cakupan materi yang akan di sampaikan
Menjawab salam
Mendengarkan

Penyajian 10 menit
o   Menjelaskan pengertian rokok
o   Menjelaskan kandungan  rokok
o   Memberi kesempatan audiens untuk bertanya
o   Menjawab pertanyaan audiens
o   Menjelaskan bahaya rokok
Menyimak dan mendengarkan
memperhatikan
Evaluasi 3 menit
o   Menanyakan  :
o   Jelaskan pengertian rokok !
o   Sebutkan kandungan zat dalam rokok !
o   Sebutkan bahaya yang ditimbulkan rokok !
o   Bagaimana upaya untuk menghentikan prilaku merokok ?
menjawab pertanyaan
Penutup 5 menit
o   Menutup pertemuan dengan menyimpulkan materi yg telah di bahas
o   Melakukan evaluasi dg memberikan pertanyaan pd audiens
o   Memberi salam penutup
Mendengarkan
Menjawab
Menjawab salam
G.    EVALUASI
RENCANA EVALUASI (Evaluasi Struktur, Proses, dan Hasil)
1.      Evaluasi Struktur
Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan dalam penyuluhan yaitu :
o   Leaflet
o   LCD (Power Point)
2.      Evaluasi Proses
a.       Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan memahami materi penyuluhan yang diberikan.
b.      Peserta penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan.
c.       Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasaran.
d.      Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung.
3.      Evaluasi Hasil
Peserta penyuluhan mengerti 80 % dari apa yang telah disampaikan dengan kriteria mampu menjawab pertanyaan dalam bentuk lisan yang akan diberikan oleh penyuluh. Berikut beberapa pertanyaan yang akan diberikan :
a.       Jelaskan pengertian rokok !
b.      Sebutkan kandungan zat dalam rokok !
c.       Sebutkan bahaya yang ditimbulkan rokok !
d.      Bagaimana upaya untuk menghentikan prilaku merokok ?

MATERI PENYULUHAN
TENTANG BAHAYA ROKOK BAGI TUBUH
A.    PENGERTIAN ROKOK
         Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya kesehatan bagi diri sendiri maupun masyarakat, oleh karena itu diperlukan berbagai kegiatan pengamanan rokok bagi kesehatan.  Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.
B.     KANDUNGAN ROKOK
               Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan membawa maut. Dengan ini setiap sedutan itu menyerupai satu sedutan maut.
Di antara kandungan asap rokok: 
1.      Bahan radioaktif (polonium-201)
2.      Bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone)
3.      Pencuci lantai (ammonia)
4.      Racun serangga (DDT)
5.      Tar mengandung racun anai-anai (arsenic)
6.      Gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut”  bagi narapidana yang menjalani hukuman mati, dan banyak lagi.


               Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan karbon monoksida.  Sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanker (karsinogen).
               Nikotin turut menjadi puncak utama risiko serangan penyakit jantung dan strok. Hampir satu perempat penderita penyakit jantung adalah hasil puncak dari tabiat merokok. Karbon Monoksida adalah gas beracun yang biasanya dikeluarkan oleh kendaraan. Apabila racun rokok itu memasuki tubuh manusia ataupun hewan, yang akan membawa kerusakkan pada setiap organ, yaitu bermula dari hidung, mulut, tenggorokan, saluran pernafasan, paru-paru, saluran pencernaan, aliran darah, jantung, organ reproduksi, ke saluran kencing dan kandung kencing, yaitu apabila sebagian dari racun-racun itu dikeluarkan dari tubuh.
C.     BAHAYA ROKOK
1.      Efek racunnya terhadap perokok dibandingkan yang tidak merokok
a.       14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
b.      4x menderita kanker esophagus
c.       2x kanker kandung kemih
d.      2x serangan jantung
2.      Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.
3.      Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
4.      Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
5.      Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
6.      Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.
D.    UPAYA PENCEGAHAN
               Dalam upaya preventif, motivasi untuk menghentikan perilaku merokok penting untuk dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan menumbuhkan motivasi dalam diri untuk berhenti atau tidak mencoba untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari teman, media massa atau kebiasaan keluarga/orangtua.
               Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat dijadikan contoh dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok, karena ternyata program tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan dengan cara membuat berbagai poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah sekolah-sekolah, televisi atau radio. Pesan-pesan yang disampaikan meliputi:
*     Meskipun orang tuamu merokok, kamu tidak perlu harus meniru, karena kamu mempunyai akal yang dapat kamu pakai untuk membuat keputusan sendiri.
*     Iklan-iklan merokok sebenarnya menjerumuskan orang. Sebaiknya kamu mulai belajar untuk tidak terpengaruh oleh iklan seperti itu.
*     Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu merokok. Kamu bisa menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.
E.     KESIMPULAN
               Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara jangka pendek maupun jangka panjang yang nantinya akan ditanggung tidak saja oleh diri kamu sendiri tetapi juga akan dapat membebani orang lain (misal: orangtua)

0 komentar:

Posting Komentar