Liputan6.com, Washington DC: Lembaga
penelitian Center for Science in the Public
Interest (CSPI) di Washington DC, Amerika
Serikat, menemukan dua zat berbahaya
pemicu kanker dalam minuman Pepsi dan
Coca Cola. Kedua zat itu, 2-MI dan 4-MI,
terkandung dalam pewarna karamel yang
menjadi bahan kedua minuman itu.
"Dua zat karsinogenik itu tidak
diperkenankan untuk digunakan dalam
industri makanan," kata Direktur Eksekutif
CSPI Michael F Jacobson.
Dalam penelitian yang dilakukan CSPI,
seperti dilansir Zee News, Kamis (18/2),
kedua zat itu diujicobakan kepada tikus.
Hasilnya, tikus-tikus itu menderita kanker
darah (leukimia), kanker tiroid, kanker paru-
paru, dan kanker hati. Berdasarkan hasil
penelitian itu, CSPI meminta Badan
Pengawas Obat dan Makanan Amerika
Serikat (FDA) untuk melarang penggunaan
dua zat berbahaya itu.
Pemerintah AS memang telah mengeluarkan
peraturan seputar penggunaan zat
karsinogen dan amonia, yang juga
ditemukan dalam pewarna karamel. Untuk
itulah, Jacobson meminta dukungan kepada
lima pakar kanker di AS, agar mendesak
pemerintah terkait masalah itu. broadcast
keteman2 kita sebelum terlambat.
penelitian Center for Science in the Public
Interest (CSPI) di Washington DC, Amerika
Serikat, menemukan dua zat berbahaya
pemicu kanker dalam minuman Pepsi dan
Coca Cola. Kedua zat itu, 2-MI dan 4-MI,
terkandung dalam pewarna karamel yang
menjadi bahan kedua minuman itu.
"Dua zat karsinogenik itu tidak
diperkenankan untuk digunakan dalam
industri makanan," kata Direktur Eksekutif
CSPI Michael F Jacobson.
Dalam penelitian yang dilakukan CSPI,
seperti dilansir Zee News, Kamis (18/2),
kedua zat itu diujicobakan kepada tikus.
Hasilnya, tikus-tikus itu menderita kanker
darah (leukimia), kanker tiroid, kanker paru-
paru, dan kanker hati. Berdasarkan hasil
penelitian itu, CSPI meminta Badan
Pengawas Obat dan Makanan Amerika
Serikat (FDA) untuk melarang penggunaan
dua zat berbahaya itu.
Pemerintah AS memang telah mengeluarkan
peraturan seputar penggunaan zat
karsinogen dan amonia, yang juga
ditemukan dalam pewarna karamel. Untuk
itulah, Jacobson meminta dukungan kepada
lima pakar kanker di AS, agar mendesak
pemerintah terkait masalah itu. broadcast
keteman2 kita sebelum terlambat.





0 komentar:
Posting Komentar