Jumat, 04 Mei 2012

Prosedur Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV)

Pemeriksaan Suhu Aksila

  1. Jelaskan prosedur pada pasien
  2. Cuci tangan
  3. Gunakan sarung tangan
  4. Atur posisi pasien ( manusia coba )
  5. Tentukan letak aksila dan bersihkan  daerah aksila dengan menggunakan tissue
  6. Turunkan thermometer di bawah suhu 34° - 35°C
  7. Letakkan thermometer pada daerah aksila dan lengan pasien fleksi di atas dada
  8. setelah 3 – 10 menit thermometer di angkat dan dibaca hasilnya
  9. Catat hasil
  10. Bersihkan thermometer dengan kertas tissue
  11. Cuci dengan air sabun , desinfektan , bilas dengan air bersih dan keringkan
  12. Cuci tangan setelah prosedur di lakukan.
PEMERIKSAAN PERNAPASAN

Nilai Pemeriksaan pernapasan merupakan salah satu indicator untuk mengetahui fungsi system pernapasan yang terdiri dari mempertahankan pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam paru dan pengaturan keseimbangan asam basa.
Tujuan :
  1. Mengetahui frekuensi ,  irama, dan kedalaman pernapasan
  2. Menilai kemampuan fungsi pernapasan
Alat dan bahan :
  1. Arloji ( jam ) atau stop-watch
  2. Buku catatan
  3. Pena
Prosedur Kerja :
  1. Jelaskan prosedur kerja pada klien
  2. Cuci tangan
  3. Atur posisi pasien ( manusia coba )
  4. Hitung frekuensi dan irama pernapasan
  5. Catat Hasil
  6. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH

Nilai tekanan darah merupakan indicator untuk menilai system kardiovaskular bersamaan dengan pemeriksaan nadi. Pemeriksaan tekanan darah dapat diukur dengan dua metode , yaitu metode langsung . Metode yang menggunkan kanula atau jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah  yang dihubungkan dengan manometer. Metode ini merupakan cara yang paling tepat untuk menetukan tekanan darah,, , tetapi memerlukan persyaratan dan keahlian khusus ; metode tak langsung . Metode yang menggunakan sfigmomanometer. Pengukuran tak langsung ini menggunakan 2 cara , yaitu palpasi yang mengukur tekanan sistolik dan auskultasi yang dapat mengukur tekanan sistolik dan diastolic dan cara ini memerlukan alat stetoskop.

Tujuan :
Mengetahui nilai tekanan darah
Alat dan bahan :
  1. Sfigmomanometer (tensimeter) yang terdiri dari :
§  Manometer air raksa + klep penutup dan pembuka
§  Manset udara
§  Slang karet
§  Pompa udara dari karet sekrup pembuka dan penutup
  1. Stetoskop
  2. Buku catatan tanda vital
  3. Pena
Prosedur kerja
Cara palpasi :
  1. Jelaskan prosedur pada klien
  2. Cuci tangan
  3. Atur posisi pasien ( manusioa coba )
  4. Letakkan lengan yang hendak di ukur pada posisi terlentang
  5. Lengan baju di buka
  6. Pasang manset pada lengan kanan / kiri atas sekitar 3cm di atas fossa cubiti ( jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar )
  7. Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra / sinistra
  8. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri radialis tidak meraba
  9. Pompa terus sampai manometer setinggi 20mm Hg lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba
  10. Letakkan diafragma stetoskp diatas nadi brakhialis dan kompreskan balon udara mansetb secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutar skrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam
  11. Catat  mm Hg manometer saat pertama kali denyut nadi teraba kembali. Nilai ini menunjukkan tekanan sistolik secara palpasi
  12. Catat hasil
  13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
Cara auskultasi :
  1. Jelaskan prosedur pada klien
  2. Cuci tangan
  3. Atur posisi pasien ( manusia coba )
  4. Letakkan lengan yang hendak di ukur dalam posisi terlentang
  5. Buka lengan baju
  6. Pasang manset pada lengan kanan / kiri atas sekitar 3cm di atas fossa cubiti ( jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar )
  7. Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra / sinistra
  8. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri radialis tidak teraba
  9. pompa terus sampai manometere setinggi 20 mm Hg dari titik radialis tidak teraba
  10. Letakkan diafragma stetoskop di atas arteri brakhialis dan dengarkan
  11. Kempeskan balon udara manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutar skrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam
  12. Catat tinggi air raksa manometer saat pertama kali terdengar kembali denyut
  13. Catat tinggi air raksa pada manometer :
    • Suara Korotkoff I : menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi
    • Suara Korotkoff IV/V : menunjukkan besarnya tekanan diastolic secara auskultasi
  1. Catat hasilnya pada catatan pasien
  2. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

0 komentar:

Posting Komentar